Logo Skycitytrans

Asal-usul Stasiun Gambir: Awalnya Hanya Bangunan Kecil

Stasiun Gambir, yang merupakan salah satu stasiun kereta api bersejarah di Indonesia, telah beroperasi sejak zaman kolonial Belanda. Belakangan ini, stasiun yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat, menjadi sorotan di media sosial karena ada kabar yang beredar bahwa Stasiun Gambir akan ditutup.

Namun, PT KAI (Persero) telah menepis rumor tersebut. Joni Martinus, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI, dengan tegas menyatakan bahwa Stasiun Gambir akan tetap beroperasi dan melayani perjalanan kereta jarak jauh. “Kabar mengenai pensiunnya Stasiun Gambir tidaklah benar,” ungkap Joni.

Stasiun ini terletak di sebelah timur Monumen Nasional (Monas) dan memiliki sejarah yang kaya. Sebelum menjadi pusat perhatian seperti sekarang, Stasiun Gambir sebenarnya adalah sebuah halte kereta api.

Sejarah Stasiun Gambir

Stasiun Gambir - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia)

Berikut adalah sejarah Stasiun Gambir yang diambil dari situs KAI Heritage.

1871

Pada tahun 1871, dimulai sejarah Stasiun Gambir dengan dibangunnya sebuah halte kereta api oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch Indisch Spoorweg Maatschapij (NISM), yang diberi nama Halte Koningsplein. Hal ini disebut sebagai halte karena bangunannya kecil dan sederhana, tidak seperti stasiun kereta api pada umumnya.

Halte ini dinamakan Koningsplein karena terletak di timur Koningsplein atau lapangan raja pada masa kolonial (kini Kawasan Silang Monas). Lokasi Halte Koningsplein strategis karena dekat dengan kawasan perbelanjaan Noordwijk (kini daerah Juanda) dan Pasar Baru. Pembangunan Halte Koningsplein terkait dengan pembukaan jalur kereta api Jakarta-Bogor pada tahun 1869.

1884

Pada tahun 1884, karena lokasinya yang strategis dan kepadatan mobilitas penumpang yang tinggi, Halte Koningsplein tidak lagi mampu menampung jumlah penumpang. Oleh karena itu, NISM memutuskan untuk membangun Stasiun Weltevreden pada tanggal 4 Oktober 1884. Lokasi Stasiun Weltevreden adalah lokasi dari Stasiun Gambir saat ini, beberapa ratus meter ke arah utara dari Halte Koningsplein.

Keberadaan Stasiun Weltevreden menggantikan peran Halte Koningsplein. Stasiun baru ini memiliki bangunan yang lebih kokoh, dengan atap besi yang ditopang oleh tiang besi cor. Stasiun Weltevreden juga melayani perjalanan kereta jarak jauh seperti Bandung dan Surabaya.

1922

Pada tahun 1922, Stasiun Gambir dibuka untuk umum oleh Presiden Soeharto pada tanggal 6 Juni. Pembukaan Stasiun Gambir yang baru sejalan dengan peresmian jalur dan operasional Kereta Rel Listrik (KRL).

1925-1930

Antara tahun 1925 hingga 1930, terjadi proses elektrifikasi di berbagai stasiun kereta api di Jakarta, termasuk Stasiun Weltevreden.

1928

Pada tahun 1928, Stasiun Weltevreden mengalami transformasi menjadi bangunan bergaya art deco. Pada saat itu, bagian utara stasiun ditambahkan atap sepanjang 55 meter.

1937

Pada tahun 1937, nama Stasiun Weltevreden diubah menjadi Stasiun Batavia Koningsplein. Stasiun ini menjadi salah satu stasiun tersibuk di Hindia Belanda pada waktu itu, karena hampir semua kereta jarak jauh dan kereta menuju Bogor berhenti di sini.

Stasiun Batavia Koningsplein juga dikenal sebagai Stasiun Gambir. Meskipun tanggal pasti perubahan nama menjadi Stasiun Gambir tidak diketahui, namun diperkirakan terjadi sekitar tahun 1922. Pada masa itu, masyarakat menyebut Koningsplein sebagai Lapangan Gambir karena di lapangan tersebut diyakini tumbuh Pohon Gambir, yang getahnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan gambir, salah satu bahan untuk menyirih.

1976

Pada tahun 1976, Gubernur Jakarta Ali Sadikin dan Gubernur Jawa Barat Solihin GP berkolaborasi dalam pembangunan kawasan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi). Tujuannya adalah untuk menciptakan pemukiman baru karena penduduk Jakarta sudah melebihi kapasitas. Dalam aspek transportasi, proyek pembangunan jalur layang kereta api Jakarta-Manggarai diumumkan oleh pemerintah.

Sebagai bagian dari jalur tersebut, dibangunlah stasiun-stasiun baru, termasuk Stasiun Gambir. Pembangunan Stasiun Gambir yang baru dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada tanggal 17 Desember 1986.

Desain Stasiun Gambir yang baru telah bertahan hingga saat ini, dengan bangunan tiga lantai yang terinspirasi oleh arsitektur Joglo, khususnya pada atap yang bersusun. Bangunan ini ditandai dengan dominasi warna hijau yang membuatnya mudah dikenali.

Demikianlah ulasan yang bisa kami sampaikan mengenai Stasiun Gambir. Ingin menjelajahi pesona keindahan Jakarta lainnya? sewa Hiace saja di Skycity Trans!

Skycity Trans: Tempat Sewa Hiace Terpercaya di Jakarta

rental mobil jakarta
Skycity Trans merupakan salah satu tempat terpercaya untuk menyewa Hiace di Jakarta. Berikut adalah alasan mengapa Skycity Trans layak dipertimbangkan:

Mengapa Memilih Skycity Trans?

  1. Reputasi yang Baik: Skycity Trans telah membangun reputasi yang baik sebagai penyedia layanan penyewaan Hiace yang terpercaya di Jakarta. Dengan puluhan ulasan positif dari pelanggan puas, Anda dapat mempercayai layanan yang mereka tawarkan.
  2. Kendaraan Berkualitas: Skycity Trans menyediakan Hiace yang terawat dengan baik dan dalam kondisi prima. Setiap kendaraan menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pelanggan.
  3. Fleksibilitas Penyewaan: Anda dapat memilih paket penyewaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, baik untuk perjalanan singkat maupun jangka panjang. Layanan pelanggan mereka juga siap membantu Anda dalam proses penyewaan.
  4. Harga yang Kompetitif: Skycity Trans menawarkan harga yang kompetitif dengan biaya yang jelas dan transparan. Anda tidak perlu khawatir akan adanya biaya tambahan yang tersembunyi.
  5. Layanan Pelanggan yang Responsif: Skycity Trans siap membantu Anda dengan segala pertanyaan dan kebutuhan Anda sepanjang proses penyewaan. Mereka mengutamakan kepuasan pelanggan dan siap memberikan layanan terbaik.

Dengan demikian, jika Anda mencari tempat terpercaya untuk menyewa Hiace di Jakarta, Skycity Trans adalah pilihan yang tepat. Dengan reputasi yang baik, kendaraan berkualitas, fleksibilitas penyewaan, harga yang kompetitif, dan layanan pelanggan yang responsif, Anda dapat mempercayakan kebutuhan transportasi Anda kepada mereka. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi Skycity Trans untuk mendapatkan pengalaman menyewa Hiace yang menyenangkan dan tanpa stres di Jakarta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Skycitytrans
Halo
Hubungi kami lewat sini yaa...