Logo Skycitytrans

Monumen Nasional (Monas): Pesona Jakarta Yang Spektakuler

Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu tujuan wisata yang paling terkenal di Jakarta, Indonesia. Terletak di Taman Medan Merdeka, Monas menjadi lambang penting bagi kemerdekaan Indonesia. Pengunjung yang datang ke Monas dapat menikmati panorama yang luar biasa dari puncaknya yang tinggi, yang memungkinkan mereka melihat seluruh kota Jakarta.

Di sekitar Monas, terdapat taman yang hijau serta area bermain yang sempurna bagi keluarga untuk bersantai dan piknik. Di dalam kompleks Monas, terdapat Museum Nasional yang menampilkan berbagai koleksi artefak sejarah Indonesia, memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejarah negara ini.

Selain menjadi situs bersejarah, Monas juga menjadi tempat untuk berbagai acara kemerdekaan dan perayaan nasional, seperti peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Saat acara-acara tersebut berlangsung, Monas menjadi pusat perhatian dengan atraksi kembang api yang menakjubkan dan pameran seni budaya.

Dengan lokasinya yang strategis di tengah kota Jakarta, wisatawan dapat dengan mudah mengakses berbagai destinasi di kota ini, menjadikannya sebagai salah satu tujuan utama bagi pengunjung yang datang ke ibu kota Indonesia. Kombinasi peluang untuk belajar sejarah, menikmati pemandangan yang memukau, dan merayakan semangat kemerdekaan membuat Monas menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Jakarta.

Sejarah Monumen Nasional (Monas)

monumen nasional

(Sumber: ekaputrawisata.com)

Apabila menilik sejarahnya, Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Arsitek Monumen Nasional adalah Soedarsono, Frederich Silaban, dan Ir. Rooseno. Monas kemudian diresmikan dan dibuka untuk umum pada 1975. Berikut ini sejarah Monas.

Pembentukan Panitia Tugu Nasional 

Wacana pembangunan Monas telah ada sejak tahun 1954. Beberapa hari setelah peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-9, Panitia Tugu Nasional dibentuk dengan tujuan mendorong pembangunan Tugu Monas. Panitia ini dipimpin oleh Sarwoko Martokusumo, dengan bantuan S Suhud sebagai penulis, Sumali Prawirosudirdjo sebagai bendahara, dan empat anggota lainnya, yaitu Supeno, KK Wiloto, EF Wenas, dan Sudiro. Tugas utama Panitia Tugu Nasional adalah mempersiapkan segala keperluan untuk pembangunan Tugu Monas dan mengumpulkan dana yang diperlukan.

Kemudian, Presiden Soekarno membentuk panitia pembangunan Monas yang dikenal sebagai Tim Yuri. Tim ini mengadakan dua pertemuan, yaitu pada tanggal 17 Februari 1955 dan 10 Mei 1960, untuk merancang struktur bangunan Tugu Monas. Namun sayangnya, setelah dua pertemuan tersebut, belum ada desain yang dianggap memenuhi kriteria yang diinginkan oleh panitia.

Oleh karena itu, Soekarno memutuskan untuk menunjuk beberapa arsitek terkenal, yaitu Soedarsono dan Frederich Silaban, untuk membuat desain Tugu Monas. Kedua arsitek tersebut membuat desain secara independen, dan Soekarno memilih desain yang dibuat oleh Soedarsono. Bentuk Tugu Monas yang tinggi menjulang dengan pelataran cawan yang luas mewakili simbol lingga dan yoni dalam ajaran Hindu. Dalam kepercayaan Hindu, penggabungan lingga dan yoni melambangkan kekuatan tertinggi. Selain itu, lingga dan yoni juga merupakan simbol kekhasan Indonesia, dengan lingga menyerupai alu dan yoni menyerupai wadah seperti lumpang, dua alat yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan.

Desain yang dibuat oleh Soedarsono juga mengambil inspirasi dari momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. Misalnya, bagian atas Tugu Monas menyerupai api yang terus menyala, melambangkan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam.

Proses pembangunan

Pada fase awal, pelaksanaan pembangunan Monas dipantau secara langsung oleh Komite Monumen Nasional dan dana yang dipergunakan diperoleh dari sumbangan masyarakat. Pada tahap berikutnya, proses pembangunan masih diawasi oleh komite Monas, namun sumber dana berasal dari Anggaran Pemerintah Pusat. Pada tahap akhir, pembangunan Monas dipantau oleh Komite Pembina Tugu Nasional dengan dana yang diperoleh dari Pemerintah Pusat atau Direktorat Jenderal Anggaran melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

Peresmian Monas

Monas mulai dibuka secara bertahap untuk umum pada tanggal 18 Maret 1972, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin Nomor CB 11/1/57/72. Pada saat itu, Gubernur Ali Sadikin mengizinkan rombongan, organisasi, atau siswa untuk mengakses ruang tenang dan ruang museum di Monas. Pada tahun 1973, Gubernur Ali Sadikin memberikan izin kepada pengunjung untuk naik sampai ke pelataran puncak Monas.

Kemudian, pada tanggal 10 Juni 1974, Gubernur meresmikan taman di bagian barat Monas yang dikenal sebagai Taman Ria. Monas akhirnya secara resmi dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 12 Juli 1975, saat pembangunannya selesai. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan Monas mulai dari tahun 1961 hingga 1965 adalah sejumlah Rp 58 miliar rupiah.

Hal Menarik Yang Dapat Ditemukan di Tugu Monas 

1. Relief Sejarah Indonesia yang berbentuk timbul melingkari monumen, memvisualisasikan perjalanan sejarah Indonesia dari masa penjajahan Belanda hingga masa pembangunan Indonesia modern, mencakup perlawanan rakyat Indonesia.

2. Ruang Kemerdekaan terletak di dalam cawan monumen yang berbentuk amphitheater, tempat banyak artefak berlapiskan emas tersimpan. Ruangan ini menjadi tempat penyimpanan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang terletak dalam kotak kaca di pintu gerbang yang berlapiskan emas.

3. Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan terletak pada ketinggian 115 meter di atas permukaan tanah. Teropong tersedia bagi pengunjung untuk menikmati panorama kota Jakarta, termasuk gedung-gedung pencakar langit. Di puncak Monumen Nasional, terdapat cawan yang dilapisi emas seberat 50 kilogram, serta lidah api atau obor sebagai lambang semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Harga Tiket Masuk Monumen Nasional (Monas)

Kunjungan Museum dan Cawan:
– Rp2.000,00 (Anak/Pelajar)
– Rp3.000,00 (Mahasiswa)
– Rp5.000,00 (Dewasa/Umum)

Kunjungan hingga Puncak:
– Rp4.000,00 (Anak/Pelajar)
– Rp8.000,00 (Mahasiswa)
– Rp15.000,00 (Dewasa/Umum)

Lokasi dan Rute

Bagi mereka yang ingin mengunjungi Monas, terdapat beberapa pilihan transportasi yang tersedia. Salah satu opsi yang disarankan adalah menggunakan Bus Transjakarta dengan rute ke Kota-Blok M atau Pulogadung dan kemudian turun di Halte Monumen Nasional. Alternatif lainnya adalah menggunakan kereta commuter line dan turun di Stasiun Gondangdia.

Setelah sampai di Stasiun Gondangdia, perjalanan dapat dilanjutkan dengan naik bus Kopaja P 20 menuju Pasar Senen, lalu turun di Stasiun Gambir. Dari Stasiun Gambir, Anda dapat dengan mudah berjalan kaki menuju Monumen Nasional. Namun, bagi mereka yang mencari kenyamanan dan fleksibilitas, disarankan untuk menggunakan layanan sewa mobil hiace Jakarta Skycity Trans. Dengan Skycity Trans, Anda dapat langsung dibawa ke Monas tanpa harus bergantung pada transportasi umum.

Yukk Liburan ke Jakarta & Nikmati Momen Bersama Skycity Trans!

Skycity Trans adalah salah satu tempat terpercaya untuk merental Hiace di Jakarta. Berikut adalah alasan mengapa Skycity Trans layak dipertimbangkan:

Mengapa Memilih Skycity Trans?

  1. Reputasi yang Baik: Skycity Trans telah membangun reputasi yang baik sebagai penyedia layanan penyewaan Hiace yang terpercaya di Jakarta. Dengan puluhan ulasan positif dari pelanggan puas, Anda dapat mempercayai layanan yang mereka tawarkan.
  2. Kendaraan Berkualitas: Skycity Trans menyediakan Hiace yang terawat dengan baik dan dalam kondisi prima. Setiap kendaraan menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pelanggan.
  3. Fleksibilitas Penyewaan: Anda dapat memilih paket penyewaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, baik untuk perjalanan singkat maupun jangka panjang. Layanan pelanggan mereka juga siap membantu Anda dalam proses penyewaan.
  4. Harga yang Kompetitif: Skycity Trans menawarkan harga yang kompetitif dengan biaya yang jelas dan transparan. Anda tidak perlu khawatir akan adanya biaya tambahan yang tersembunyi.
  5. Layanan Pelanggan yang Responsif: Skycity Trans siap membantu Anda dengan segala pertanyaan dan kebutuhan Anda sepanjang proses penyewaan. Mereka mengutamakan kepuasan pelanggan dan siap memberikan layanan terbaik.

Dengan demikian, jika Anda mencari tempat terpercaya untuk merental Hiace di Jakarta, Skycity Trans adalah pilihan yang tepat. Dengan reputasi yang baik, kendaraan berkualitas, fleksibilitas penyewaan, harga yang kompetitif, dan layanan pelanggan yang responsif, Anda dapat mempercayakan kebutuhan transportasi Anda kepada mereka. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi Skycity Trans untuk mendapatkan pengalaman merental Hiace yang menyenangkan dan tanpa stres di Jakarta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Skycitytrans
Halo
Hubungi kami lewat sini yaa...