Logo Skycitytrans

Pelabuhan Tanjung Priok: Sejarah dan Perkembangannya

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan terpadat di Asia Tenggara. Pelabuhan ini mulai dikembangkan dari zaman Hindia Belanda, di abad ke-19.

Sejarah Tanjung Priok

Kapal pesiar Norwegian Cruise Lane berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Minggu 4 Februari 2024.

(Sumber: beritasatu.com)

Pada awalnya, konstruksi Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada tahun 1877 dan selesai pada tahun 1883 di bawah pengawasan Gubernur Jenderal Johan Wilhelm Van Lansberge. Sebelum keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok, kapal-kapal besar harus melakukan proses bongkar muatnya dengan menggunakan kapal kecil yang membawa muatannya melalui muara Ciliwung dari dan menuju Kota Lama.

Proses ini berjalan lancar pada awalnya. Namun, setelah letusan Gunung Salak pada tahun 1699, Sungai Ciliwung tidak dapat lagi digunakan karena terjadi pendangkalan akibat lumpur dan lahar. Pemerintah Belanda pada saat itu memutuskan untuk membangun kolam pelabuhan I di Pelabuhan Tanjung Priok dengan tujuan sebagai tempat sandar kapal besar, termasuk kapal dagang dan kapal batu bara.

Konstruksi kolam II dilanjutkan pada tahun 1914 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal AFW Idenburg sebagai respons terhadap kemacetan yang terjadi di kolam I pada tahun 1912. Kemacetan itu disebabkan oleh volume tinggi kapal dagang yang keluar masuk di kolam I. Pemerintah setempat kemudian memutuskan untuk membangun kolam II sebagai solusi untuk kebutuhan ruang kapal. Pembangunan kolam pelabuhan II akhirnya selesai pada tahun 1917.

Selain kolam pelabuhan II, Stasiun Kereta Tanjung Priok juga dibangun pada saat yang sama untuk memberikan akomodasi bagi penumpang yang menunggu kedatangan kapal. Arsitek utamanya adalah JCW Koch, seorang Insinyur utama dari Staats Spoorwegen, sebuah perusahaan kereta api di Hindia-Belanda. Pemerintah Belanda menyediakan 1.700 tenaga kerja, termasuk 130 pekerja dari Eropa, untuk pembangunan tersebut.

Stasiun ini dilengkapi dengan kamar-kamar yang tersedia bagi penumpang dan diresmikan pada 6 April 1925. Pembangunan lanjutan dilakukan pada tahun 1921 untuk kolam pelabuhan III, namun terhenti sementara karena wabah malaria. Pembangunan kemudian dilanjutkan pada tahun 1929 dan selesai pada tahun 1932.

Asal-usul Nama

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Tingkatkan Ekspor, Menhub Dorong Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam Sehari

(Sumber: Sekretariat Kabinet)

Tanjung Priok, nama yang terdiri dari dua kata, yakni “tanjung” yang merujuk pada daratan yang menjorok ke laut, dan “priok” yang merujuk pada semacam panci masak dari tanah liat yang pada masa Hindia-Belanda dijadikan komoditas perdagangan. Ada pandangan lain terkait asal usul nama Tanjung Priok yang mengaitkannya dengan Aki Tirem, seorang penghulu di Warakas yang terkenal karena membuat periuk.

Selain itu, terdapat versi yang menyebutkan bahwa nama Tanjung Priok berkaitan dengan kisah Mbah Priok. Konon, Mbah Priok atau Habib Ali Al-Haddad berlayar dari Palembang menuju Batavia pada tahun 1756 untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. Namun, dalam perjalanan tersebut, ia diserang oleh Belanda dan terhempas ombak.

Ia kemudian terdampar di pesisir Jakarta hanya dengan sebuah periuk, sehingga dikenal dengan nama Mbah Priok. Nama Tanjung Priok kemungkinan berasal dari pohon tanjung (Mimusops elengi) yang tumbuh di sekitar makam Mbah Priok (Habib Ali Al-Haddad) dan menjadi penanda lokasi tersebut.

Perkembangan Tanjung Priok

Saat ini, PT Pelindo II bertanggung jawab atas pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok. Tanjung Priok menangani lebih dari 30% komoditas non-migas Indonesia dan menjadi indikator utama bagi perekonomian negara karena setengah dari total arus barang yang masuk dan keluar Indonesia melalui pelabuhan ini.

Pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas intermoda yang lengkap, memungkinkan Tanjung Priok terhubung dengan seluruh kota di Indonesia. Dengan adopsi teknologi dan fasilitas modern, Tanjung Priok mampu melayani kapal-kapal generasi terkini yang langsung berlayar ke pusat perdagangan internasional (direct call).

Pelabuhan Tanjung Priok memiliki tiga terminal. Terminal pertama adalah titik utama untuk barang-barang cair dan kering seperti batubara, semen, baja, dan lainnya yang berasal dari sumber daya alam. Terminal kedua memiliki peran serupa dengan terminal pertama, namun kini fokusnya telah meluas menjadi internasional dengan total kapasitas lebih dari 600.000 ton barang.

Terminal dua juga dilengkapi dengan crane untuk membantu proses pemindahan barang. Terminal ketiga mengelola barang-barang konsumsi seperti barang elektronik, perkakas rumah tangga, dan otomotif. Pelabuhan ini dilengkapi dengan 64 unit crane besar yang beroperasi nonstop selama 24 jam.

Itulah penjelasan singkat mengenai salah satu pelabuhan terpadat di Asia Tenggara yaitu pelabuhan Tanjung Priok yang berhasil kami rangkum. Untuk Anda yang ingin menikmati berbagai macam pesona keindahan Jakarta bersama keluarga dan rekan kerja Anda. Anda bisa sewa mobil Hiace di Skycity Trans!

Skycity Trans: Tempat Sewa Hiace Terpercaya di Jakarta

rental mobil jakarta

Skycity Trans adalah salah satu tempat terpercaya untuk menyewa Hiace di Jakarta. Berikut adalah alasan mengapa Skycity Trans layak dipertimbangkan:

Mengapa Memilih Skycity Trans?

  1. Reputasi yang Baik: Skycity Trans telah membangun reputasi yang baik sebagai penyedia layanan penyewaan Hiace yang terpercaya di Jakarta. Dengan puluhan ulasan positif dari pelanggan puas, Anda dapat mempercayai layanan yang mereka tawarkan.
  2. Kendaraan Berkualitas: Skycity Trans menyediakan Hiace yang terawat dengan baik dan dalam kondisi prima. Setiap kendaraan menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pelanggan.
  3. Fleksibilitas Penyewaan: Anda dapat memilih paket penyewaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, baik untuk perjalanan singkat maupun jangka panjang. Layanan pelanggan mereka juga siap membantu Anda dalam proses penyewaan.
  4. Harga yang Kompetitif: Skycity Trans menawarkan harga yang kompetitif dengan biaya yang jelas dan transparan. Anda tidak perlu khawatir akan adanya biaya tambahan yang tersembunyi.
  5. Layanan Pelanggan yang Responsif: Skycity Trans siap membantu Anda dengan segala pertanyaan dan kebutuhan Anda sepanjang proses penyewaan. Mereka mengutamakan kepuasan pelanggan dan siap memberikan layanan terbaik.

Dengan demikian, jika Anda mencari tempat terpercaya untuk menyewa Hiace di Jakarta, Skycity Trans adalah pilihan yang tepat. Dengan reputasi yang baik, kendaraan berkualitas, fleksibilitas penyewaan, harga yang kompetitif, dan layanan pelanggan yang responsif, Anda dapat mempercayakan kebutuhan transportasi Anda kepada mereka. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi Skycity Trans untuk mendapatkan pengalaman menyewa Hiace yang menyenangkan dan tanpa stres di Jakarta!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Skycitytrans
Halo
Hubungi kami lewat sini yaa...