Pasar Beringharjo Jogja merupakan pasar tradisional yang berada di Jalan Margo Mulyo No. 16, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan. Pasar yang buka setiap hari pada pukul 08.30-21.00 ini menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pelancong.
Biasanya para wisatawan pergi ke Pasar Beringharjo untuk membeli oleh-oleh berupa pakaian, souvenir, dan batik.
Namun, pasar tertua di Jogja ini juga memiliki daya tarik berupa wisata kuliner yang sayang untuk dilewatkan lho. Ada kuliner apa saja di sana? Mari menjelajah bersama-sama.
Daftar Isi
Toggle1. Es Dawet Mbah Hari

Sumber: Google Maps
Wisata kuliner pertama bisa menjadi teman Anda setelah berkeliling Pasar Beringharjo. Ada Es Dawet Mbah Hari yang buka pada pukul 09.00-15.00. Anda bisa menemukannya di los pertama sebelah utara.
Es dawet yang memiliki cita rasa manis legit ini sudah berusia 61 tahun karena berdiri sejak 1965. Berbagai variasi menu dari Es Dawet Mbah Hari ini dibuat menggunakan bahan alami tanpa mesin.
Mbah Hari sendiri dibantu oleh suaminya dalam memproduksi es dawet sejak malam sampai dini hari.
Untuk satu porsi es dawet disii dengan cincau, cendol berbagai warna, juruh atau gula jawa, santan, dan dilengkapi dengan potongan buah nangka.
Untuk menambah kesegaran, tentunya Mbah Hari akan menggunakan es batu. Awalnya, resep Es Dawet Mbah Hari dikembangkan oleh ibunya dan diteruskan oleh Mbah Hari dengan mempertahankan resep dari sang ibu.
2. Sego Empal Bu Warno

Sumber: Google Maps
Jika Anda lapar dan ingin makan nasi, bisa mencoba Sego Empal Bu Warno yang sudah berdiri sejak 1970-an. Untuk menemukan kedai makanan ini, Anda perlu naik ke lantai 2 Pasar Beringharjo dan datang antara pukul 07.30-16.00 WIB ya.
Sego empal sendiri adalah masakan dengan bahan dasar daging sapi. Daging tersebut dimasak menggunakan bumbu rempah yang berkualitas.
Sehingga menciptakan sensasi daging yang lembut dan serat yang tidak alot. Bu Warno menggunakan daging sapi bagian paha dan pangkal betis karena keduanya paling cocok untuk empal.
Sego Empal Bu Warno juga disajikan dengan sambal korek dan lalapan sebagai pelengkapnya.
Selain menjual sego empal, warung Bu Warno juga menjual berbagai menu lainnya seperti Segu sop lidah, sego terik, sego sop babat, sego sop kopyor, sego sop paru, dan lain-lain.
3. Gado-Gado Bu Hadi

Sumber: Google Maps
Jogja juga mempunyai wisata kuliner gado-gado legendaris, yakni Gado-Gado Bu Hadi yang saat ini sudah dikelola oleh generasi ketiga. Dalam satu porsi gado-gado, Anda akan mendapatkan kecambah, kentang, timun, selada, kol, telur, tahu, dan kerupuk.
Kemudian disiram dengan saus kacang yang diracik menggunakan kacang tanah, cabai merah, bawang merah, tomat, bawang putih, cuka, kencur, garam, irisan kubis, kecap, dan kentang.
Untuk menemukan kedai Gado-Gado Bu Hadi, Anda bisa ke bagian timur lantai 2 Pasar Beringharjo. Untuk akses lebih mudah, bisa melalui pintu F2 yakni seberang masjid. Dari pintu tersebut, Anda ke kanan hingga menemukan tangga.
Kemudian Anda naik, belok kiri, dan Gado-Gado Bu Hadi berada di samping kedai Sego Empal Bu Warno. Warung Gado-Gado Bu Hadi buka pada pukul 09.00-15.30 WIB.
4. Nasi Soto Pites Mbah Galak

Sumber: Google Maps
Wisata kuliner di Pasar Beringharjo Jogja yang keempat ada Nasi Soto Pites Mbah Galak. Kedai nasi ini sudah ada sejak tahun 1950, artinya saat artikel ini ditulis pada 2026, usianya sudah mencapai 76 tahun.
Penamaan kedai sendiri berasal dari pemiliknya yang dikenal sebagai orang jutek, galak, bahkan jarang tersenyum padahal sotonya enak. Saat ini Nasi Soto Pites Mbah Galak sudah dikelola oleh generasi ketiga.
Sebelum di Pasar Beringharjo, nasi soto dijual dengan pikulan pada generasi pertama. Kemudian mendapatkan tempat di bagian depan Pasar Beringharjo. Pada tahun 80-an soto tersebut dikelola oleh generasi kedua.
Daya tarik Soto Pites Mbah Galak ini terletak pada pedas cabai yang dihancurkan menggunakan sendok atau tangan. Nah cara menghancurkan cabai ini disebut dengan “dipites”.
Cabe akan dihancurkan di mangkok sehingga jumlah cabai bisa disesuaikan dengan selera pembeli. Selain menjual soto, terdapat menu lain yaitu lontong opor, sate kere, gudeg, sate ayam, nasi pecel, dan nasi rames.
5. Sate Kere Pasar Beringharjo

Sumber: Google Maps
Salah satu wisata kuliner legendaris lainnya ada sate kere. Sebenarnya ada banyak pedagang sate kere di Pasar Beringharjo.
Namun Sate Kere Mbah Suwarni menjadi salah satu yang melegenda. Usaha menjual sate tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1984. Resep yang digunakan pun turun temurun.
Sate kere sendiri adalah makanan yang terbuat dari sandung lamur atau koyor. Sementara itu, kata kere berasal dari bahasa Jawa yang artinya miskin sebagai gambaran sulitnya kalangan bawah untuk membeli setusuk daging sate.
Untuk bumbunya sendiri, sate kere akan dibumbui dengan rempah-rempah dulu sebelum dibakar. Ketika dibakar, sate akan dilumuri menggunakan kecap.
Rasa bumbu pun meresap ditambah dengan tekstur kenyal dari sate kare akan membuat Anda ketagihan.
6. Bakmi Pentil Bu Marzuki

Sumber: Wikipedia
Wisata kuliner satu ini cukup unik, apalagi bagi Anda yang belum pernah mencicipinya. Jadi Bakmi Pentil Bu Marzuki sendiri merupakan bakmi yang berbahan dasar sari pati singkong atau tepung tapioka.
Bakminya memiliki warna putih dan kuning. Teksturnya juga kenyal mirip karet pentil. Itulah mengapa dinamakan bakmi pentil. Untuk bumbunya berupa kemiri, bawang putih, dan bawang.
Ketika akan dibungkus menggunakan kertas dan daun pisang, bakmi akan ditambahkan potongan bawang goreng dan seledri.
Selain itu, akan ditambahkan sambal mentah dengan cita rasa pedas. Jika Anda ingin mencicipi bakmi pentil ini, pastikan Anda datang pagi agar tidak kehabisan. Apalagi Bu Marzuki adalah satu-satunya penjual bakmi pentil di Pasar Beringharjo. Untuk menemukannya, Anda perlu ke pintu selatan Pasar Beringharjo.
7. Burung Puyuh Bacem

Sumber: Cookpad
Jogja dikenal dengan kuliner berupa baceman. Misalnya tempe bacem dan tahu bacem. Selain itu, ada satu menu baceman unik yaitu burung puyuh atau dikenal juga dengan gemak bacem.
Ternyata unggas ini juga sangat enak untuk dinikmati. Anda bisa menemukan burung puyuh bacem ini di kedai makanan Bu Marzuki yang berada di pintu selatan Pasar Beringharjo.
Familier dengan namanya? Ya, Bu Marzuki adalah penjual bakmi pentil yang sudah dibahas pada poin sebelumnya. Selain bacem, ada juga burung puyuh asin yang bisa Anda goreng di rumah.
Itulah berbagai destinasi wisata kuliner Pasar Beringharjo Jogja yang wajib Anda kunjungi untuk merasakan makanan dan minuman legendaris khas kota tersebut.
Pastikan Anda membawa uang tunai ya. Untuk perjalanan rombongan, Anda bisa menggunakan Hiace dari Skycity Trans untuk wisata kuliner di Jogja.
Dengan kapasitas yang memadai dan sudah dilengkapi driver, perjalanan bersama keluarga, teman, maupun kolega dapat terasa lebih praktis dan nyaman.
Anda pun bisa lebih leluasa menyusun agenda kuliner dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa perlu repot mengatur beberapa kendaraan sekaligus.
Pilih Hiace yang sesuai dengan kebutuhan rombongan dan nikmati perjalanan kuliner di Jogja dengan lebih nyaman bersama Skycity Trans.
Hubungi kami melalui Whatsapp untuk konsultasi kebutuhan secara gratis. Customer service kami akan mendampingi Anda selama konsultasi hingga selesainya transaksi.



