12 Bagian Mobil Perlu Dicek Sebelum Perjalanan Jauh

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh

Bayangkan mobil tiba-tiba mogok di bahu jalan tol saat perjalanan jauh. Ban pecah, aki tekor setelah istirahat di rest area, atau jarum suhu mesin naik ketika terjebak macet panjang.

Situasi seperti ini tentu bisa mengganggu perjalanan, bahkan membahayakan keselamatan. padahal, beberapa masalah tersebut dapat dicegah dengan melakukan pengecekan bagian mobil.

Sayangnya, masih banyak pengemudi yang hanya memanaskan mesin sebentar, bukan keseluruhan bagian mobil.

Artikel ini akan membahas 12 bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh atau persiapan mobil untuk mudik, cara memeriksanya sendiri, tanda-tanda kendaraan yang sebaiknya dibawa ke bengkel sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagian mobil

Yang dicek Bisa dicek sendiri? Kapan dicek

Estimasi waktu

Ban Tekanan, TWI, retakan, benjolan, baut roda Ya H-1 5 menit
Rem Minyak rem, kampas, pedal, rem tangan Sebagian H-7, H-1 5 menit
Kaki-kaki Shock absorber, bunyi, getaran, kemudi Sebagian H-7 5 menit
Oli mesin Volume, kondisi, kebocoran Ya H-1 3 menit
Radiator Coolant, selang, kipas, kebocoran Sebagian H-1 5 menit
Drive belt Retakan, keausan, bunyi Sebagian H-7, H-1 3 menit
Aki Tegangan, terminal, air aki, starter Sebagian H-1 3 menit
Lampu Lampu utama, sein, rem, mundur, hazard Ya H-1 3 menit
Wiper Karet, kecepatan, air washer Ya H-1 2 menit
AC Suhu, blower, filter, bau Ya H-1 3 menit
Ban serep Tekanan, kondisi fisik, dudukan Ya H-1 3 menit
Perlengkapan darurat Dongkrak, kunci roda, P3K, segitiga pengaman, sabuk keselamatan Ya H-1 5 menit

1. Ban

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Ban

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh yang pertama ada ban. Komponen ini menopang seluruh beban kendaraan, termasuk penumpang dan bagasi, saat mobil melaju di jalan tol atau melewati tanjakan.

Tekanan angin yang kurang dapat membuat ban lebih cepat panas dan meningkatkan risiko kerusakan. Terutama saat perjalanan jauh. Maka dari itu ban menjadi salah satu checklist mobil sebelum road trip.

Apa saja yang perlu dicek?

  • Tekanan angin ban dan ban serep.
  • Kedalaman alur serta indikator TWI.
  • Benjolan, retakan, atau sobekan pada dinding ban.
  • Paku atau benda asing yang tertancap.
  • Usia ban berdasarkan kode DOT.
  • Kondisi baut roda.

Cara cek sendiri:

  • Ukur tekanan angin. Untuk cara cek tekanan ban mobil bisa menggunakan tire pressure gauge saat ban dingin.
  • Cocokkan hasilnya dengan rekomendasi pada pilar pintu pengemudi atau buku manual.
  • Periksa indikator TWI pada alur ban.
  • Amati dinding ban untuk menemukan benjolan, retakan, dan benda asing.
  • Baca empat digit terakhir kode DOT untuk mengetahui minggu dan tahun produksi.

Batas aman:

  • Tekanan angin: Ikuti rekomendasi pabrikan, termasuk tekanan untuk beban penuh jika tersedia.
  • Kedalaman alur: Minimal 1,6 mm atau tidak sampai sejajar dengan TWI.
  • Usia ban: Michelin menyarankan pemeriksaan profesional setelah 5 tahun pemakaian dan penggantian maksimal 10 tahun sejak produksi.

Harus ke bengkel jika: Ban mengalami benjolan, retakan dalam, kebocoran berulang, atau tapaknya sudah mencapai TWI.

2. Rem

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Rem

Komponen rem juga tidak kalah penting sebagai salah satu yang harus masuk checklist mobil sebelum road trip.

Rem harus bekerja secara optimal selama perjalanan jauh, terutama saat mobil melaju kencang di jalan tol atau melewati turunan panjang.

Kampas yang menipis dan minyak rem yang kualitasnya menurun dapat mengurangi kemampuan pengereman serta meningkatkan risiko brake fade akibat panas.

Yang perlu dicek:

  • Level dan warna minyak rem.
  • Ketebalan kampas rem.
  • Respons pedal rem.
  • Fungsi rem tangan.

Cara cek sendiri:

  • Periksa level minyak rem di reservoir, pastikan berada di antara tanda MIN dan MAX.
  • Amati warna minyak rem. Jika gelap atau keruh, minta pemeriksaan lebih lanjut.
  • Lihat ketebalan kampas melalui celah pelek jika memungkinkan.
  • Injak pedal rem saat mesin hidup. Perhatikan jika pedal terasa terlalu dalam atau lembek.
  • Pastikan rem tangan dapat menahan mobil saat parkir di tempat yang aman dan sedikit menanjak.

Batas aman:

  • Minyak rem: Umumnya diganti setiap 2 tahun atau 40.000 km, mengikuti manual kendaraan.
  • Kampas rem: Umumnya perlu diganti ketika ketebalannya tersisa sekitar 3 mm.

Harus ke bengkel jika: Muncul bunyi menggerus, pedal terasa dalam, mobil menarik ke satu sisi, atau lampu indikator rem menyala. Jangan berangkat sebelum masalah pengereman diperbaiki

3. Kaki-Kaki

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Kaki-kaki

Mobil bekerja dengan dukungan komponen kaki-kaki. Maka dari itu saat cek mobil sebelum perjalanan jauh, jangan lupakan kaki-kaki.

Komponen tersebut bersama dengan sistem kemudi bertugas menjaga mobil tetap stabil saat melaju kencang di jalan tol, melewati tikungan, maupun penumpang penuh.

Komponen yang aus dapat membuat mobil limbung, setir bergetar, hingga sulit dikendalikan.

Yang perlu dicek:

  • Kondisi shock absorber dan kebocoran oli.
  • Bunyi tidak normal dari kaki-kaki.
  • Getaran dan kelurusan setir.
  • Kondisi oli power steering untuk sistem hidrolik.

Cara cek sendiri:

  • Tekan bodi mobil di setiap sudut, lalu lepaskan. Perhatikan apakah mobil memantul berlebihan.
  • Lewati polisi tidur secara perlahan dan dengarkan bunyi dari bagian bawah mobil.
  • Amati apakah setir terasa bergetar atau mobil menarik ke satu sisi saat berkendara normal.
  • Periksa apakah terdapat rembesan oli pada shock absorber.
  • Cek level oli power steering melalui reservoir jika mobil menggunakan sistem hidrolik.

Batas aman:

  • Spooring: Umumnya setiap 10.000 km atau ketika setir tidak lurus dan mobil menarik ke satu sisi.
  • Balancing: Umumnya setiap 10.000 km atau ketika muncul getaran pada setir.
  • Oli power steering: Umumnya berada di antara tanda MIN dan MAX.

Harus ke bengkel jika: Setir bergetar, mobil limbung, terdengar bunyi gluduk berulang, atau shock absorber mengalami kebocoran.

4. Oli Mesin

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Oli mesin

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh juga tidak meninggalkan pemeriksaan pada oli mesin. Ini karena perjalanan jauh menyebabkan mesin bekerja selama berjam-jam, terutama saat harus menghadapi kemacetan atau tanjakan.

Oli yang kurang atau sudah menurun kualitasnya dapat meningkatkan gesekan antarkomponen dan mempercepat keausan mesin.

Yang perlu dicek:

  • Volume dan kondisi oli mesin.
  • Jarak tempuh sejak penggantian oli terakhir.
  • Rembesan oli di sekitar mesin atau bawah mobil.

Cara Cek Sendiri:

  • Cara cek oli mesin dengan parkir di tempat datar, matikan mesin, lalu tunggu sekitar 5–10 menit.
  • Cabut dipstick, bersihkan, masukkan kembali, lalu cabut untuk membaca level oli.
  • Pastikan permukaan oli berada di antara tanda L dan F.
  • Periksa warna dan kondisi oli serta lihat stiker jadwal servis terakhir.
  • Periksa bagian bawah mobil untuk memastikan tidak ada rembesan.

Batas aman:

  • Level oli: Berada di antara tanda L dan F.
  • Interval penggantian: Umumnya 5.000–10.000 km atau 6 bulan, tergantung jenis oli dan rekomendasi pabrikan.

Harus ke bengkel jika: Oli cepat berkurang, terdapat kebocoran, atau lampu indikator tekanan oli menyala.

Sebaiknya ganti oli sebelum berangkat jika jadwal penggantiannya jatuh di tengah perjalanan. Oli transmisi juga perlu diperiksa saat servis H-7.

5. Radiator

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Radiator

Komponen radiator menjadi salah satu bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh. Kemacetan panjang saat liburan membuat sistem pendingin mesin bekerja lebih berat, terutama di tengah cuaca panas.

Jika coolant kurang atau sistem pendingin bermasalah, mesin berisiko mengalami overheat yang menyebabkan kerusakan serius.

Yang perlu dicek:

  • Level coolant di reservoir.
  • Kondisi selang radiator, pastikan tidak retak atau getas.
  • Kondisi tutup radiator.
  • Fungsi kipas radiator.
  • Kebocoran cairan di bawah mobil.

Cara cek sendiri:

  • Pastikan mesin sudah dingin sebelum pemeriksaan.
  • Periksa level coolant di reservoir, pastikan berada di antara LOW dan FULL.
  • Amati kondisi selang radiator, apakah retak, menggelembung, atau getas.
  • Nyalakan mesin dan AC, lalu perhatikan apakah kipas radiator bekerja sesuai kebutuhan sistem.
  • Periksa bagian bawah mobil untuk melihat kemungkinan kebocoran coolant.

Batas aman:

  • Level coolant: Berada di antara LOW dan FULL.
  • Jenis cairan: Gunakan coolant sesuai spesifikasi kendaraan, bukan air keran.
  • Penggantian coolant: Umumnya sekitar 40.000 km atau 2 tahun, tetapi coolant long-life memiliki interval berbeda sesuai rekomendasi pabrikan.

Peringatan: Jangan pernah membuka tutup radiator saat mesin panas karena cairan bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.

Harus ke bengkel jika: Coolant cepat berkurang, ditemukan kebocoran, atau indikator suhu mesin sering menunjukkan panas berlebih.

6. Drive Belt

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh

Checklist mobil sebelum road trip selanjutnya ada komponen drive belt. Apa itu? Sering disebut juga sebagai tali kipas.

Fungsinya menggerakkan beberapa komponen mesin. Seperti alternator, pompa air, dan kompresor AC, tergantung desain kendaraan.

Jika sabuk putus saat perjalanan jauh, pengisian aki dapat terganggu, mesin berisiko overheat, dan AC bisa berhenti bekerja.

Yang perlu dicek:

  • Retakan pada permukaan sabuk.
  • Kondisi sabuk yang getas atau berserabut.
  • Kekencangan sabuk.
  • Bunyi mencicit dari ruang mesin.

Cara cek sendiri:

  • Matikan mesin dan pastikan kondisinya dingin.
  • Amati permukaan drive belt menggunakan senter.
  • Periksa apakah terdapat retakan, serabut terlepas, atau bagian yang aus.
  • Dengarkan suara mesin saat dinyalakan. Perhatikan bunyi mencicit, terutama ketika AC dihidupkan.

Batas aman:

  • Tidak boleh ada retakan melintang, kerusakan, atau serabut terlepas.
  • Interval penggantian mengikuti buku servis kendaraan karena berbeda pada setiap model.

Harus ke bengkel jika: Drive belt retak, terlihat kendur, atau terus mengeluarkan bunyi mencicit.

7. Aki

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Aki

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh lainnya tidak ketinggalan ada aki. Kondisi aki lemah seringkali baru diketahui ketika mobil sulit dinyalakan kembali setelah berhenti di rest area.

Selama perjalanan jauh, aki juga mendukung berbagai kebutuhan listrik, seperti lampu, AC, dan perangkat pengisi daya.

Yang perlu dicek:

  • Indikator mata aki (untuk aki MF).
  • Level air aki (untuk aki basah).
  • Kerak pada terminal dan kekencangan klem.
  • Usia aki dan respons starter.

Cara cek sendiri:

  • Untuk cek kondisi aki mobil, periksa warna indikator mata aki dan cocokkan dengan keterangan pada label karena arti warnanya berbeda antarproduk.
  • Untuk aki basah, pastikan air aki berada di antara tanda UPPER dan LOWER.
  • Periksa terminal aki dari kerak putih atau kehijauan.
  • Nyalakan mesin dan perhatikan apakah starter terasa berat.
  • Jika memiliki multimeter, ukur tegangan aki saat mesin mati.

Batas aman:

  • Tegangan aki: Umumnya sekitar 12,4–12,7 volt saat mesin mati dan aki dalam kondisi istirahat.
  • Usia aki: Umumnya 2–3 tahun, bergantung pemakaian dan kondisi kendaraan.

Harus ke bengkel jika: Starter terasa berat, lampu indikator aki menyala, atau aki sudah berusia lebih dari 2 tahun dan belum pernah diuji kondisinya.

8. Lampu

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Lampu

Komponen ini sangat penting sebagai penerangan terutama saat malam hari dan hujan. Lampu kendaraan membantu pengemudi melihat kondisi jalan sekaligus memberi isyarat kepada pengguna jalan lain. Maka dari itu jangan lewatkan dari persiapan mobil untuk mudik.

Yang perlu dicek:

  • Lampu utama (dekat dan jauh).
  • Lampu sein dan hazard.
  • Lampu rem dan mundur.
  • Lampu kabut dan lampu plat nomor.
  • Klakson.

Cara cek sendiri:

  • Nyalakan setiap lampu secara bergantian dan pastikan semuanya berfungsi.
  • Minta bantuan orang lain untuk memeriksa lampu rem dan mundur dari luar mobil.
  • Arahkan lampu utama ke dinding untuk melihat kesesuaian arah sorotnya.
  • Periksa mika lampu, pastikan tidak buram atau berembun.

Batas aman:

  • Semua lampu harus menyala normal sesuai fungsinya.
  • Arah sorot lampu utama tidak boleh terlalu tinggi atau menyilaukan pengendara lain.
  • Mika lampu sebaiknya bersih dan tidak menghalangi cahaya.

Harus ke bengkel jika: Lampu tetap mati setelah bohlam diganti, terdapat masalah kabel atau sekring, maupun lampu sein berkedip terlalu cepat.

9. Wiper

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Wiper

Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu selama perjalanan luar kota, terutama saat musim hujan.

Wiper yang aus atau tidak berfungsi optimal bisa meninggalkan bekas air dan mengganggu pandangan pengemudi ketika hujan deras. Masukkan wiper sebagai salah satu checklist bagian mobil perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh.

Yang perlu dicek:

  • Kondisi karet wiper.
  • Tangkai dan gerakan wiper.
  • Semua pilihan kecepatan wiper.
  • Isi tabung air washer.

Cara cek sendiri:

  • Semprotkan air washer ke kaca depan.
  • Nyalakan wiper dan coba setiap pilihan kecepatannya.
  • Perhatikan apakah ada garis air, bagian kaca yang tidak tersapu, atau bunyi berdecit.
  • Periksa karet wiper, pastikan tidak getas, sobek, atau mengeras.

Batas aman:

  • Kaca harus bersih tanpa sisa garis air yang mengganggu setelah beberapa sapuan.
  • Tabung washer terisi cukup dengan cairan pembersih kaca khusus, bukan sabun cuci piring.

Harus ke bengkel jika: Motor wiper lemah, mati, atau salah satu kecepatannya tidak berfungsi.

10. AC

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: AC

Perjalanan tanpa AC? Pasti sangat tidak nyaman. Maka dari itu jangan lupa memasukkan AC sebagai bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh. AC yang dingin dan berfungsi baik menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan jauh. Kabin yang terlalu panas dapat membuat pengemudi cepat lelah dan mengganggu konsentrasi, terutama saat mobil penuh penumpang.

Yang perlu dicek:

  • Tingkat kesejukan AC.
  • Bau dari kisi-kisi AC.
  • Kondisi filter kabin.
  • Hembusan blower di setiap kecepatan.
  • Fungsi AC belakang untuk MPV atau minibus.

Cara cek sendiri:

  • Nyalakan AC saat mobil diam dan ketika berkendara.
  • Rasakan apakah udara dingin keluar secara merata.
  • Periksa apakah muncul bau apek dari kisi-kisi AC.
  • Periksa filter kabin, yang umumnya berada di belakang laci dashboard.

Batas aman:

  • Filter kabin: Umumnya dibersihkan setiap 10.000 km dan diganti sesuai kondisi serta buku servis kendaraan.

Harus ke bengkel jika: AC kurang dingin, mengeluarkan bau tidak normal, atau terdengar suara berisik dari kompresor.

11. Ban Serep

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Ban serep

Ban serep sering terlupakan saat persiapan perjalanan jauh dan baru dicari ketika ban utama pecah di tengah jalan tol. Karena itu, pastikan ban cadangan siap digunakan dan bisa dilepas dengan mudah saat keadaan darurat.

Yang perlu dicek:

  • Tekanan angin ban serep.
  • Kondisi fisik dan usia ban.
  • Posisi serta dudukan ban serep.
  • Mekanisme pelepasan ban, terutama yang digantung di bawah mobil.

Cara cek sendiri:

  • Ukur tekanan angin ban serep menggunakan tire pressure gauge.
  • Periksa permukaan ban dari retakan, benjolan, dan kerusakan.
  • Pastikan ban terpasang kuat pada dudukannya.
  • Coba turunkan ban serep yang berada di bawah bodi untuk memastikan mekanismenya tidak macet.

Batas aman:

  • Tekanan angin: Ikuti rekomendasi pada stiker kendaraan atau buku manual.
  • Ban serep T-type: Perhatikan batas kecepatan dan jarak tempuh yang tertera pada dinding ban. Jangan digunakan melebihi ketentuan tersebut.

Harus ke bengkel jika: Ban serep kempis, rusak, atau mekanisme pelepasannya macet.

12. Perlengkapan Darurat

Bagian mobil perlu dicek sebelum perjalanan jauh: Segitiga pengaman

Perlengkapan darurat tetap harus tersedia meskipun mobil sudah diperiksa sebelum berangkat. Peralatan ini membantu pengemudi menangani kendala seperti ban bocor, aki tekor, atau mobil mogok di tengah perjalanan.

Yang perlu dicek:

  • Perlengkapan wajib mobil: Sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, kunci pembuka roda, dan kotak P3K.
  • Perlengkapan tambahan: Kabel jumper aki, senter, tali derek, APAR kecil, dan sarung tangan.

Cara cek sendiri:

  • Pastikan semua perlengkapan tersedia di dalam mobil.
  • Coba dongkrak dan pastikan kunci roda sesuai dengan baut kendaraan.
  • Periksa isi serta tanggal kadaluarsa perlengkapan P3K.
  • Tes gesper sabuk keselamatan di setiap baris kursi.
  • Pastikan segitiga pengaman dapat dibuka dan berdiri dengan stabil.

Batas aman:

  • Perlengkapan wajib: Mengacu pada Pasal 57 UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.
  • Segitiga pengaman: Pasang di belakang kendaraan dengan jarak yang cukup agar pengendara lain dapat mengantisipasi kendaraan berhenti. Sesuaikan dengan kondisi jalan dan ketentuan keselamatan.
  • Contoh pemasangan segitiga pengaman: Jika mobil mogok di jalan tol, pasang segitiga pertama minimal 30 meter di belakang mobil dan segitiga kedua 30 meter setelahnya.
  • Sementara di jalan dua arah, segitiga pertama dipasang minimal 30 meter di belakang dan kedua minimal 30 meter di depan kendaraan. Pada jalan tikungan, pasang sebelum dan sesudah tikungan agar mudah terlihat pengendara lain.

Harus ke bengkel jika: Sabuk keselamatan tidak mengunci, gesper rusak, atau mekanisme penguncinya tidak berfungsi.

Mengecek 12 bagian mobil sebelum perjalanan jauh bisa dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam.

Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mencegah kerusakan di tengah jalan yang berisiko menghabiskan waktu dan biaya lebih besar. Idealnya, lakukan servis di H-7, pemeriksaan mandiri di H-1, dan pengecekan singkat pada pagi keberangkatan.

Perjalanan Jauh Tanpa Repot Cek Kendaraan Sendiri

sewa hiace outbound jakarta

Jika bepergian bersama rombongan keluarga atau kantor, Anda bisa menggunakan armada Skycity Trans seperti Hiace Premio, Hiace Commuter, atau Innova. Armada diperiksa sebelum keberangkatan dan dikemudikan driver berpengalaman.

Dengan satu Hiace, rombongan bisa bepergian bersama sekaligus membagi biaya perjalanan tanpa perlu membawa beberapa mobil pribadi. Untuk konsultasi rute, jadwal, dan jumlah penumpang, silakan hubungi Skycity Trans melalui halaman kontak atau WhatsApp.

Bagikan ke:

Hubungi Admin