Otomotif

8 Cara Merawat AC Mobil agar Dingin & Awet Yang Jarang Diketahui

Cara merawat AC mobil

Ada yang masih mengira bahwa menambah freon AC mobil merupakan bentuk perawatan? Pada kenyataannya, freon tidak akan habis jika sistem dalam kondisi baik. 

Jika AC mobil kamu terus membutuhkan penambahan freon, hampir pasti ada kebocoran. Namun, tidak perlu khawatir, dalam artikel ini kamu akan mendapatkan informasi mengenai cara merawat AC mobil agar tetap dingin. Silakan disimak. 

1. Keringkan Evaporator Sebelum Mesin Dimatikan 

Cara merawat AC mobil

Cara merawat AC mobil yang pertama adalah dengan mengeringkan evaporator sebelum mesin dimatikan. Tujuannya agar tidak muncul bau. 

Evaporator yang lembap dan kotor bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur atau bakteri yang memicu bau apek. 

Karena itu, mematikan AC sebelum mesin mobil menjadi upaya memberi waktu bagi evaporator untuk mengering. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  • Matikan tombol A/C sekitar 2–5 menit sebelum tiba di tujuan. 
  • Biarkan blower tetap menyala agar udara terus mengalir melalui sistem. 
  • Setelah sampai, matikan blower dan mesin mobil. 

Cara merawat AC mobil ini akan membantu mengurangi kelembapan, tetapi tidak menggantikan pembersihan evaporator jika AC sudah berbau. 

2. Cek Tetesan Air dari Selang Drain AC

Cara merawat AC mobil

Air yang menetes di bawah mobil setelah AC digunakan umumnya berasal dari kondensasi pada evaporator. Jika tidak ada tetesan tapi karpet depan lembap, bisa jadi saluran pembuangan air AC tersumbat atau mengalami gangguan. 

Air yang mengendap di sekitar evaporator dapat meningkatkan risiko bau apek. Cara pengecekan untuk perawatan AC mobil bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Parkirkan mobil di tempat yang aman setelah AC digunakan beberapa saat.
  • Periksa apakah ada tetesan air di bawah mobil, terutama di area saluran drain.
  • Jika tidak ada tetesan, amati apakah karpet depan terasa lembap atau muncul bau apek.
  • Minta teknisi memeriksa saluran drain jika ditemukan tanda-tanda tersebut.

3. Kenali Sumber Masalah dari Jenis Bau AC 

Cara merawat AC mobil

Cara merawat AC mobil agar tetap dingin selanjutnya dengan mengenali bau AC. Jenis bau yang keluar dari AC mobil dapat membantu memperkirakan sumber masalah dan menentukan tindakan awal.

  • Bau apek saat AC baru dinyalakan: Kemungkinan ada kelembapan atau pertumbuhan mikroorganisme pada evaporator. Periksa dan bersihkan evaporator jika diperlukan.
  • Bau debu atau pengap terus-menerus: Kemungkinan filter kabin kotor. Periksa dan bersihkan atau ganti filter sesuai kondisinya.
  • Bau busuk. Kemungkinan terdapat kotoran, daun, atau bangkai hewan kecil di saluran udara. Minta teknisi memeriksa jalur masuk dan saluran udara.
  • Bau kimia atau seperti oli. Kemungkinan terdapat kebocoran refrigeran atau pelumas. Segera periksakan sistem AC mobil ke bengkel.
  • Bau muncul setelah mobil lama berhenti. Kemungkinan kelembapan tertahan di evaporator atau saluran drain bermasalah. Periksa sistem pembuangan air dan kondisi evaporator.

4. Jangan Tutup Kisi Hisap AC Belakang 

Cara merawat AC mobil

Pada mobil dengan sistem double blower, AC depan dan belakang menggunakan rangkaian pendingin yang saling terhubung. Sistem ini secara umum menggunakan satu kompresor dan satu kondensor, dengan evaporator depan dan belakang. 

Karena itu, AC belakang pada umumnya tidak dapat bekerja optimal jika AC depan tidak dinyalakan. 

Evaporator belakang juga perlu diperhatikan karena debu, rambut, dan remah makanan dapat masuk melalui kisi hisap, terutama jika posisinya dekat lantai. Agar sirkulasi udara tetap lancar, lakukan beberapa hal berikut: 

  • Jangan menumpuk tas atau barang bawaan di depan kisi hisap AC belakang.
  • Bersihkan area sekitar kisi hisap secara rutin.
  • Minta bengkel memeriksa dan membersihkan evaporator belakang, bukan hanya bagian depan.
  • Pastikan letak kisi hisap dan unit AC belakang sesuai dengan model kendaraan yang digunakan.

5. Selingi Mode Resirkulasi dengan Udara Segar 

Cara merawat AC mobil

Cara merawat AC mobil selanjutnya dengan memanfaatkan mode resirkulasi. Mode tersebut membantu AC mobil mendinginkan kabin lebih cepat karena udara di dalam mobil kembali disirkulasikan. 

Namun, jika digunakan terus-menerus tanpa pertukaran udara, bau dan kelembapan dapat terperangkap di kabin. 

Dalam perjalanan panjang, penumpukan karbon dioksida juga perlu diperhatikan, terutama ketika banyak orang berada di dalam kendaraan. Untuk menjaga kenyamanan dan kualitas udara kabin, lakukan langkah berikut: 

  • Gunakan resirkulasi saat kabin masih panas agar pendinginan lebih cepat.
  • Selingi dengan pemasukan udara segar secara berkala, jika kondisi udara di luar memungkinkan.
  • Hindari mengambil udara dari luar ketika melewati area berasap atau berpolusi tinggi.
  • Saat membawa rombongan, pastikan ventilasi kabin berfungsi baik dan pengemudi tetap waspada terhadap rasa kantuk.

6. Tes Extra Fan Saat AC Panas di Kemacetan 

Cara merawat AC mobil

Jika AC mobil terasa dingin saat kendaraan melaju di jalan tol, tetapi mendadak kurang dingin ketika berhenti atau terjebak macet, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah masalah pada extra fan. 

Kipas ini membantu mengalirkan udara melalui kondensor agar panas dari sistem AC mobil dapat dilepaskan. Berikut langkah pemeriksaan awal: 

  • Parkirkan mobil di tempat aman dan pastikan rem parkir aktif.
  • Nyalakan mesin dan AC, lalu amati apakah kipas pendingin bekerja.
  • Perhatikan apakah AC tetap dingin ketika mobil berhenti.
  • Jika kipas tidak berputar atau AC kembali panas, minta teknisi memeriksa kipas, motor, dan sistem kelistrikannya.

Penting: Jangan memasukkan tangan atau benda apa pun ke area kipas karena kipas dapat menyala otomatis. Pemeriksaan visual sebaiknya dilakukan dari jarak aman. 

Saat membersihkan kondensor, hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke siripnya. Sirip kondensor mudah bengkok, sementara air yang masuk ke komponen kelistrikan juga berisiko menimbulkan kerusakan. 

7. Jangan Cuma Tambah Freon, Tanyakan Soal Oli dan Vakum 

Cara merawat AC mobil

Ketika AC mobil kurang dingin, menambah refrigeran atau freon tanpa mencari penyebabnya bukan solusi yang tepat. Jika terjadi kebocoran, sebagian oli kompresor dapat ikut keluar bersama refrigeran. 

Namun, jumlah oli juga harus sesuai spesifikasi karena oli berlebihan dapat mengganggu kinerja sistem. Sebelum menyetujui servis AC mobil, ajukan tiga pertanyaan berikut kepada teknisi:

  • “Apakah ada kebocoran refrigeran yang perlu diperbaiki?” Kebocoran perlu ditemukan dan ditangani sebelum sistem diisi ulang.
  • “Apakah takaran oli kompresor sudah sesuai spesifikasi kendaraan?” Oli perlu diperiksa dan ditambahkan sesuai kebutuhan, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.
  • “Apakah sistem akan divakum sebelum diisi refrigeran?” Prosedur servis yang tepat membantu mengeluarkan udara dan kelembapan dari sistem sebelum pengisian dilakukan.

Dengan begitu, servis tidak sekadar membuat AC mobil kembali dingin sementara, tetapi juga membantu menjaga kompresor dan komponen lainnya. 

8. Nyalakan AC Rutin Meski Mobil Jarang Dipakai 

Cara merawat AC mobil

Cara merawat AC mobil agar tetap dingin lainnya tetap menyalakan fitur tersebut walaupun mobil jarang dipakai. 

Mengoperasikan AC secara berkala membantu menjaga sistem tetap bekerja dan mendukung sirkulasi pelumas pada komponen yang dirancang untuk dilumasi oleh oli refrigeran. 

Sebagai kebiasaan praktis, nyalakan AC mobil sekitar 10–15 menit seminggu sekali jika kondisi kendaraan dan petunjuk pabrikan memungkinkan. 

Lakukan di tempat yang aman dan berventilasi baik, terutama jika mesin harus dinyalakan. Jangan menghidupkan mesin di garasi tertutup karena gas buang mengandung karbon monoksida yang berbahaya. 

Jika AC mobil  mengeluarkan bau tidak sedap, kurang dingin, atau terdengar suara tidak biasa setelah mobil lama tidak digunakan, periksakan kondisinya sebelum melakukan perjalanan jauh. 

Jadwal Perawatan AC Mobil

Agar AC mobil tetap dingin dan tidak berbau, lakukan perawatan secara berkala dengan interval berikut sebagai patokan umum atau sesuaikan dengan buku manual kendaraan. 

Komponen/Tindakan Interval

Catatan

Filter kabin Sekitar 10.000 km Periksa dan bersihkan atau ganti sesuai kondisi. Lakukan lebih cepat jika sering melewati rute berdebu. 
Servis AC menyeluruh Sekitar 1 tahun sekali Periksa evaporator, tekanan refrigeran, dan kemungkinan kebocoran sesuai kebutuhan. Interval dapat mengikuti kondisi AC dan rekomendasi bengkel. 
Menyalakan AC saat mobil jarang dipakai Sekitar 1 kali seminggu selama 10–15 menit Patokan praktis untuk menjaga kendaraan tetap digunakan secara berkala. Ikuti petunjuk pabrikan dan lakukan di tempat berventilasi baik.
Pemeriksaan putaran extra fan Setiap servis berkala Pastikan kipas bekerja normal, terutama jika AC kurang dingin saat mobil berhenti atau terjebak macet. 

Perawatan AC mobil bukan sekadar menambah freon, tetapi juga menjaga kebersihan, membiasakan penggunaan yang tepat, dan mendeteksi masalah sejak dini. Untuk mobil berdouble blower, bagian belakang juga perlu diperhatikan agar seluruh penumpang tetap nyaman selama perjalanan jauh. 

Perjalanan Rombongan Tetap Sejuk Tanpa Repot Merawat AC Sendiri

tips memilih sewa hiace jakarta terpercaya

Sedang merencanakan perjalanan bersama keluarga, teman, atau rekan kerja? Sky City Trans menyediakan Hiace Premio, Hiace Commuter, dan Innova dengan mengutamakan prinsip Kenyamanan Adalah Prioritas. 

Konsultasikan jadwal perjalanan dan jumlah rombongan bersama Customer Service untuk menemukan pilihan armada yang sesuai. Hubungi Customer Service Skycity Trans