Otomotif

12 Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus di Jalan Tol

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Kamu sering menyetir di area truk dan situasi tersebut membuat kamu khawatir dan takut? Dalam artikel ini kamu akan mendapatkan tips menyetir aman di sekitar truk dan bis. 

Memang masih banyak pengendara yang mengira bahwa titik buta truk yang paling besar adalah di sisi kanan. 

Padahal, anggapan ini berasal dari panduan negara dengan kendaraan setir kiri. Di Indonesia, supir truk duduk di sebelah kanan, sehingga area yang perlu paling diwaspadai justru sisi kiri truk. 

Blind spot atau titik buta adalah area yang tidak terlihat pengemudi melalui kaca spion maupun pandangan langsung. 

Memahami hal ini menjadi bagian penting dari tips menyetir aman di sekitar truk dan bus. Berikut informasi lengkapnya untuk kamu.

1. Zona Titik Buta Truk dan Bus 

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Tips menyetir aman di sekitar truk dan bus yang pertama adalah dengan memahami titik buta dari kedua kendaraan tersebut. Titik buta truk dan bus lebih luas dibandingkan mobil penumpang biasa. 

Area ini berada di sekitar kendaraan dan tidak terlihat oleh supir. Baik melalui kaca spion maupun pandangan langsung. Pengendara motor dan mobil kecil perlu mengenali empat zona titik buta berikut:

  • Depan: Area tepat di depan kendaraan besar, terutama bagian bawah bumper yang sulit terlihat dari posisi duduk sopir.
  • Belakang: Area di belakang truk atau bus yang tidak terjangkau kaca spion. Kendaraan yang terlalu dekat di zona ini berisiko tidak terlihat saat truk mengerem atau mundur.
  • Sisi kiri: Area di sebelah kiri kabin hingga bagian belakang kendaraan. Pada truk dengan posisi sopir di kanan seperti di Indonesia, sisi kiri menjadi zona yang perlu diwaspadai karena memiliki titik buta luas, terutama di sekitar roda belakang dan saat truk berbelok.
  • Sisi kanan: Area di sebelah kanan kendaraan, termasuk bagian yang terhalang pilar kabin atau tidak terjangkau kaca spion. Kendaraan kecil yang melaju terlalu dekat di sisi ini juga berisiko tidak terlihat oleh sopir.

Salah satu prinsip sederhana untuk menghindari titik buta truk dan bus adalah “kalau kamu tidak bisa melihat wajah supir di spionnya, maka supir juga tidak bisa melihat kamu”. Artinya, jika posisi kendaraan kamu tidak terlihat oleh supir melalui kaca spion, segera jaga jarak atau pindah ke posisi yang lebih aman. Namun, tetap ingat bahwa terlihat di spion bukan jaminan supir sudah menyadari keberadaan kamu.

2. Jarak Aman di Belakang Truk dan Bus 

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Selain titik buta, kamu juga harus memahami jarak aman dengan truk dan bus. Saat kamu berkendara di belakang truk atau bus, jangan hanya memperhatikan jarak antar kendaraan. Namun, perhatikan juga kamu memiliki ruang untuk melihat kondisi jalan di depan. 

  • Terapkan aturan enam detik sebagai patokan awal. Aturan tiga detik umum digunakan untuk menjaga jarak dengan kendaraan kecil dalam kondisi ideal. Untuk truk dan bus, Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menyarankan jarak sekitar enam detik agar pengendara memiliki waktu lebih panjang untuk bereaksi. 
  • Hitung jarak menggunakan patokan di tepi jalan. Pilih tiang, rambu, atau penanda jalan yang mudah terlihat. 
  • Ketika bagian belakang truk melewati patokan tersebut, mulai hitung, “satu ribu satu, satu ribu dua,” hingga enam detik. Jika kendaraan kamu melewati patokan sebelum hitungan selesai, berarti jarak masih terlalu dekat. Kurangi kecepatan secara bertahap untuk menambah ruang. 
  • Tambah jarak saat kondisi jalan kurang ideal. Hujan, jalan licin, kabut, atau muatan berat dapat membuat pengereman lebih sulit. Berikan ruang lebih panjang dari patokan enam detik dan sesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas.
  • Jangan terpaku pada hitungan detik. Aturan enam detik merupakan panduan praktis, bukan jaminan bebas kecelakaan. Jika truk mengerem, menuruni tanjakan, atau membawa muatan yang berisiko bergeser, segera tambah jarak. Hindari pula mengikuti truk terlalu dekat sampai pandangan ke depan tertutup sepenuhnya.

3. Posisi Lajur di Jalan Tol 

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Tips menyetir aman di sekitar truk dan bus berkaitan dengan posisi lajur kamu di jalan tol. Saat melintasi jalan tol, kamu perlu memahami fungsi setiap lajur dan menjaga posisi kendaraan agar tidak terlalu lama berada di area yang sulit terlihat oleh supir truk atau bus. 

Berdasarkan Pasal 108 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan yang berjalan lebih lambat, sedangkan lajur kanan digunakan untuk mendahului atau ketika ada perintah rambu lalu lintas. 

Memahami posisi lajur termasuk dalam upaya safety driving di jalan tol. Agar aman, kamu bisa mengikuti tips ini:

  • Gunakan lajur sesuai fungsinya. Truk dan bus yang berjalan lebih lambat umumnya berada di lajur kiri. Jika kamu perlu mendahului, gunakan lajur kanan setelah memastikan kondisi jalan aman. Jangan memaksa kendaraan besar berpindah lajur atau menyalip dari sisi yang tidak aman.
  • Hindari berlama-lama sejajar dengan truk. Ketika mobil atau motor berada di samping truk dalam waktu lama, supir mungkin tidak melihat keberadaan kamu, terutama jika kendaraan berada di area titik buta. Situasi ini semakin berisiko ketika truk hendak berpindah lajur atau berbelok.
  • Pilih posisi yang lebih aman. Saat belum siap mendahului, jaga jarak cukup jauh di belakang truk. Jika ingin menyalip, pastikan jalur di depan benar-benar aman, lalu dahului dengan gerakan yang tegas dan tetap sesuai batas kecepatan. Setelah melewati truk, jangan langsung kembali ke lajur semula, pastikan tersedia ruang yang cukup agar tidak memotong jarak aman kendaraan besar.

4. Manuver Salip dari Lajur Kanan

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Cara menyalip truk atau bus membutuhkan perhitungan matang karena kendaraan besar memiliki panjang dan bobot yang membuat proses mendahului memerlukan ruang lebih luas. Berikut tipsnya:

  • Pastikan kondisi jalan memungkinkan untuk menyalip. Periksa kaca spion, nyalakan lampu sein kanan, dan pastikan lajur kanan cukup kosong untuk melakukan manuver hingga selesai. 
  • Pastikan jarak pandang ke depan cukup panjang. Saat melewati jalan dua arah seperti Pantura atau jalur Puncak, pastikan tidak ada tikungan, tanjakan, atau hambatan yang menghalangi pandangan terhadap kendaraan dari arah berlawanan. 
  • Dahului dari kanan dengan kecepatan yang terkendali. Berdasarkan Pasal 109 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, mendahului kendaraan lain pada dasarnya dilakukan melalui lajur kanan. Jangan menggunakan bahu jalan untuk menyalip atau memanfaatkan lajur kiri secara sembarangan.
  • Lakukan manuver secara tegas dan tuntas. Setelah memastikan aman, tingkatkan kecepatan secukupnya untuk melewati truk atau bus. Hindari menggantung terlalu lama di samping kendaraan besar karena kamu dapat berada di area titik buta sopir.
  • Kembali ke lajur semula setelah tersedia ruang aman. Jangan langsung memotong di depan truk atau bus begitu bagian depannya terlewati. Pastikan kendaraan besar terlihat jelas melalui kaca spion dan terdapat jarak yang cukup sebelum kembali ke lajur kiri.

5. Ruang Aman Setelah Salip

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Tips menyetir aman di sekitar truk dan bus kali ini berkaitan dengan tindakan setelah kamu berhasil menyalip truk atau bus. Jangan langsung memotong masuk ke depannya. 

Kendaraan besar membutuhkan jarak pengereman yang panjang karena bobot dan muatannya, sehingga pengereman mendadak dapat meningkatkan risiko tabrakan. Pastikan tersedia ruang yang cukup sebelum kembali ke lajur semula. 

  • Pastikan seluruh bagian depan truk terlihat di spion tengah 
  • Jangan langsung mengerem setelah masuk ke depan truk 
  • Sesuaikan jarak dengan kondisi jalan. Saat jalan menurun, basah, atau lalu lintas padat, berikan ruang lebih besar sebelum kembali ke lajur semula. 

Prinsip utamanya, proses menyalip baru benar-benar selesai ketika kamu sudah berada di depan dengan jarak aman, bukan sekadar ketika kendaraan berhasil melewati bagian depan truk.

6. Isyarat Lampu Sein Sopir Truk

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Di jalan antarkota, sebagian pengendara mengenal kebiasaan informal berupa “kode sein” dari sopir truk. Sein kiri terkadang dianggap sebagai tanda bahwa jalan di depan aman untuk menyalip, sedangkan sein kanan diartikan sebagai larangan menyalip. 

Namun, isyarat tersebut bukan kode resmi yang menjamin kondisi jalan aman. Lampu sein pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan bahwa kendaraan akan berbelok atau berpindah lajur, sehingga maknanya perlu dibaca sesuai situasi. 

Berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan:

  • Jangan langsung menyalip setelah melihat sein kiri. Sopir mungkin sedang bersiap berbelok ke kiri atau berpindah lajur. Periksa kondisi jalan dan lalu lintas dari arah berlawanan terlebih dahulu.
  • Jangan menganggap sein kanan selalu berarti ada kendaraan dari arah berlawanan. Sopir mungkin hendak berpindah ke kanan atau melakukan manuver lain. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi terhadap isyarat tersebut.
  • Pastikan sendiri jalur untuk menyalip benar-benar aman. Periksa marka jalan, rambu larangan menyalip, jarak pandang, dan posisi kendaraan lain. Jika kondisi belum memungkinkan, tetaplah di belakang dengan jarak aman.

Intinya, jadikan lampu sein sebagai petunjuk manuver kendaraan, bukan izin untuk menyalip. Keputusan untuk mendahului harus berdasarkan kondisi jalan yang bisa Anda amati sendiri. 

7. Radius Belok Truk dan Bus 

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Jarak aman dengan truk dan bus juga berkaitan dengan radius belok. Truk dan bus membutuhkan ruang yang lebih luas untuk berbelok karena ukuran serta panjang kendaraannya. 

Saat akan berbelok ke kiri, truk bisa bergerak sedikit ke kanan terlebih dahulu agar bagian belakangnya memiliki ruang untuk mengikuti arah belokan. 

Gerakan ini bisa terlihat seperti berpindah jalur, padahal supir sedang menyiapkan manuver. Agar terhindar dari bahaya, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan. 

  • Jangan menyelip di sisi dalam belokan
  • Waspadai gerakan melebar sebelum truk berbelok
  • Beri ruang saat di persimpangan dan gerbang keluar tol 

8. Turbulensi Angin Kendaraan Besar

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Tips menyetir aman di sekitar truk dan bus berikutnya berkaitan dengan kondisi saat kamu berpapasan atau menyalip truk dengan kecepatan tinggi. Kamu mungkin akan merasakan perubahan tekanan udara di sekitar kendaraan. 

Aliran udara tersebut bisa menimbulkan efek dorongan atau tarikan yang membuat kendaraan terasa bergoyang, terutama pada sepeda motor dan mobil ringan. 

Risiko tersebut meningkat saat angin samping atau crosswind bertiup kencang di jalan tol atau jalur terbuka. Kamu bisa mewaspadainya dengan mengikuti tips berikut:

  • Memegang setir dengan kedua tangan
  • Jaga kecepatan tetap terkontrol
  • Jangan membanting setir saat kendaraan terasa terdorong
  • Beri jarak saat berpapasan atau menyalip

 9. Rem Blong di Turunan Panjang

Rem mobil: Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Terkadang Ada situasi  truk rem blong. Untuk mewaspadai kejadian tersebut, berikut hal yang bisa kamu lakukan:

  • Waspadai truk bermuatan berat di jalan menurun. Truk dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) menghadapi risiko pengereman lebih tinggi. Karena itu, hindari mengikuti truk terlalu dekat, khususnya di turunan panjang.
  • Kenali kondisi jalan yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Turunan di Tol Cipularang arah Jakarta, jalur Puncak, dan jalur selatan Jawa memerlukan perhatian karena kondisi medan dan kemiringan jalan di sejumlah titik. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman ketika melintasi turunan.
  • Hindari berada tepat di depan atau belakang truk saat menurun. Jika situasi memungkinkan, beri ruang lebih luas dan jangan bertahan di titik buta kendaraan besar. 

Hindari pula berhenti terlalu dekat di belakang truk, terutama ketika lalu lintas tersendat di turunan.

  • Kenali jalur penyelamat (escape ramp). Jalur ini dirancang untuk membantu menghentikan kendaraan yang mengalami gangguan pengereman, biasanya menggunakan permukaan berkerikil atau berpasir dan lintasan menanjak. 

Jangan menggunakan jalur tersebut untuk menyalip, parkir, atau berhenti karena dapat menghalangi kendaraan yang sedang mengalami keadaan darurat.

10. Titik Naik-Turun Penumpang Bus Antarkota

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Dalam menerapkan tips menyetir aman di sekitar truk dan bus kamu juga harus memperhatikan titik naik dan turun penumpang bus antar-kota. 

Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) terkadang terlihat menepi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, terutama di sekitar terminal bayangan dan pinggir jalan nasional. 

Situasi ini bisa membuat arus lalu lintas berubah mendadak ketika bus melambat, berhenti, atau kembali masuk ke lajur. 

Kementerian Perhubungan mengingatkan bahwa aktivitas naik-turun penumpang bus seharusnya dilakukan di terminal resmi karena berhenti di sembarang tempat dapat membahayakan pengguna jalan dan memicu kemacetan. Untuk mewaspadainya, kamu bisa melakukan hal berikut:

  • Waspadai area rawan pemberhentian bus
  • Jaga jarak lebih panjang ketika mengikuti bus
  • Perhatikan bus yang hendak kembali masuk lajur
  • Jangan menyalip secara terburu-buru di dekat bus yang berhenti

11. Visibilitas saat Hujan dan Malam Hari

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Hujan dan kondisi gelap membuat pengemudi lebih sulit melihat kendaraan besar maupun membaca kondisi jalan. 

Cipratan air dari ban truk bisa menghalangi pandangan sesaat, sedangkan lampu truk dari arah berlawanan dapat menyilaukan mata.

  • Pastikan wiper dan lampu berfungsi baik sebelum memulai perjalanan, terutama saat hujan deras atau berkendara malam hari.
  • Jaga jarak lebih panjang dari truk agar punya waktu bereaksi jika pandangan tertutup cipratan air.
  • Waspadai lampu belakang truk yang tidak menyala dan hindari menyalip jika jarak pandang terbatas.

12. Kelelahan Pengemudi di Rute Panjang 

Tips Menyetir Aman di Sekitar Truk dan Bus

Kantuk dan konsentrasi yang menurun bisa membuat pengemudi terlambat bereaksi terhadap truk atau bus yang mengerem maupun berpindah lajur. 

Jalur panjang seperti Tol Cipali juga perlu diwaspadai karena perjalanan monoton dapat memicu kantuk. Waspadai dengan menerapkan tips menyetir aman di sekitar truk dan bus:

  • Kenali tanda kelelahan: sering menguap, mata terasa berat, sulit fokus, atau kendaraan mulai keluar jalur.
  • Istirahat setiap sekitar dua jam perjalanan. Jika mulai mengantuk, segera berhenti di tempat aman dan jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan
  • Pilih rest area dengan fasilitas memadai. Di Tol Jakarta–Bandung dan Transjawa, manfaatkan tempat istirahat yang menyediakan toilet bersih, musala, serta tempat makan. Rest area tipe A umumnya memiliki fasilitas lebih lengkap, termasuk SPBU.

Menyetir aman di sekitar truk dan bus pada dasarnya bergantung pada tiga hal: memahami titik buta, menjaga jarak aman, dan tidak terburu-buru saat menyalip. 

Saat melintasi jalan tol dan jalur antarkota yang ramai kendaraan besar, konsentrasi ekstra sangat diperlukan, terutama dalam perjalanan jauh. 

Jika mulai lelah, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Utamakan keselamatan agar perjalanan sampai tujuan tetap nyaman. 

Perjalanan Rombongan Lebih Tenang bersama Skycity Trans

Sewa Hiace Premio

Untuk perjalanan jauh bersama keluarga, arisan, atau rombongan kantor, menggunakan jasa transportasi dengan driver profesional bisa menjadi pilihan agar seluruh penumpang dapat beristirahat selama perjalanan tanpa harus bergantian menyetir. 

Hiace Premio dengan captain seat dan kabin lega cocok dipertimbangkan untuk perjalanan panjang melalui Tol Cipularang atau Cipali, sedangkan Innova dapat menjadi pilihan untuk rombongan kecil.

Konsultasikan rute, jadwal, dan jumlah rombongan Anda dengan Customer Service Skycity Trans untuk mengetahui pilihan armada yang sesuai.