Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata Gunung Kawi? Apakah seram, penuh mistis, atau justru penasaran dengan keindahannya? Gunung tersebut memang banyak dikenal sebagai tempat untuk pesugihan.
Padahal, Gunung yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar ini memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah dengan gunung-gunung lainnya. Ada apa saja di sana?
Daftar Isi
ToggleMengenal Gunung Kawi

Sumber: Wikipedia
Sebelum melangkah pada informasi daya tarik wisata Gunung Kawi, mari berkenalan terlebih dahulu. Jadi Gunung Kawi merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Timur. Anda mungkin penasaran Gunung Kawi di mana?
Tepatnya berada di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Gunung tersebut memiliki ketinggian sekitar 2.551 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dengan mengunjunginya Anda akan mendapatkan pengalaman wisata yang memadukan budaya, sejarah, dan keindahan alam. Berdasarkan prasasti yang ditemukan pada gunung, tercatat bahwa Gunung Kawi sudah dihuni sejak 861 Masehi.
Bahkan pada Kitab Negarakertagama disebutkan Gunung Kawi menjadi salah satu wilayah yang dimuliakan. Raja Prabu Kameswara dengan permasiurinya juga pernah tinggal di gunung tersebut pada 1112-1115 Masehi.
Daya Tarik Gunung Kawi
Jika Anda ingin mengunjungi Gunung Kawi untuk berwisata, berikut beberapa hal yang bisa Anda dapatkan:
1. Panorama Alam Pegunungan yang Memukau

Sumber: Suara.com
Gunung Kawi menawarkan pemandangan alam yang menarik bagi para pendaki dan pencinta fotografi.
Dari sejumlah titik di kawasan pegunungan, pengunjung dapat menikmati lanskap gunung di sekitarnya, bendungan, hingga hamparan perkebunan teh.
Suasana alam yang sejuk juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Area sabana di sekitar lokasi perkemahan menjadi salah satu tempat yang bisa Anda manfaatkan untuk menikmati suasana matahari terbit maupun terbenam. Selain itu, keberadaan hutan pinus dan vegetasi khas pegunungan menambah keindahan lanskap.
2. Pesarean Gunung Kawi

Sumber: Google Maps
Pesarean menjadi salah satu kawasan yang paling dikenal di Gunung Kawi. Kompleks tersebut menjadi tujuan ziarah. Di sana terdapat makam Eyang Jugo serta Raden Mas Iman Soedjono. Selain makam, kawasan pesarean juga memiliki beberapa peninggalan dan tempat menarik untuk dikunjungi.
Di antaranya adalah guci keramik kuno yang dikaitkan dengan Eyang Jugo, pohon Dewa Daru yang telah berusia ratusan tahun, serta kolam pemandian yang bersumber dari mata air Manggis dan Urip.
3. Pendakian Gunung Kawi

Bagi Anda yang menyukai kegiatan outdoor, Gunung Kawi menyediakan beberapa jalur pendakian resmi dengan karakter medan yang berbeda.
Masing-masing rute memiliki durasi, tingkat kesulitan, dan pemandangan yang dapat Anda nikmati sepanjang perjalanan. Beberapa rute tersebut antara lain:
- Via Precet Wagir: Jalur ini memiliki medan yang menantang dan membutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk mencapai puncak. Pendaki juga perlu memperhatikan persediaan air karena sumber air di jalur ini terbatas.
- Via Ngantang: Baru dibuka pada Juli 2025, jalur ini mempunyai waktu pendakian lebih lama dari Precet Wagir, yakni 12 jam. Namun, medannya relatif lebih moderat. Beberapa titik di sepanjang jalur menyediakan sumber air dan area yang dapat digunakan untuk berkemah.
- Via Keraton: Perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 12 jam. Sepanjang perjalanan, Anda akan melewati beberapa situs bersejarah dan area yang dianggap sakral oleh masyarakat.
- Via Kucur Dau: Membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam. Jalurnya memiliki kombinasi medan berupa tanjakan yang cukup curam dan bagian yang landai.
- Via Panderman: Perjalanan jalur ini lebih menantang. Konsep rute sendiri yakni traverse yang menghubungkan perjalanan Gunung Butak dengan Gunung Kawi.
- Via Sirah Kencong (wilayah kabupaten Blitar): Daya tarik jalur ini adalah pemandangan perkebunan teh yang bisa dijumpai pada awal perjalanan.
- Via Mrinci Batu: Memiliki karakter yang lebih terpencil. Karena penunjuk arah di sepanjang jalur ini relatif terbatas, maka Anda yang belum mengenal medan ini sebaiknya mempertimbangkan mengajak jasa pemandu lokal.
4. Keraton Gunung Kawi

Sumber: Google Maps
Daya tarik selanjutnya ada Keraton Gunung Kawi yang terletak di kawasan Gunung Pitrang, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Malang. Tempat ini memiliki fungsi yang berbeda dari keraton pada umumnya.
Ini karena Keraton Gunung Kawi lebih dikenal sebagai kawasan pertapaan dan meditasi.
Salah satu hal yang membuat kawasan ini menarik adalah keberadaan tempat ibadah dari lima agama dalam satu kompleks. Terdapat masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng yang berdiri berdampingan.
Dari sisi arsitektur, kawasan Keraton Gunung Kawi juga memperlihatkan perpaduan unsur budaya Jawa dan Tionghoa. Hal tersebut membuatnya menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat sisi budaya dan sejarah Gunung Kawi.
5. Kuil Dewi Kwan Im

Sumber: Google Maps
Tidak jauh dari Pesarean Gunung Kawi terdapat Kuil Dewi Kwan Im. Tempat ibadah ini mempunyai ciri khas berupa dominasi ornamen berwarna merah dan emas yang terlihat mencolok di tengah suasana pegunungan.
Kuil tersebut menjadi salah satu bagian dari keragaman budaya dan kepercayaan yang berkembang di kawasan Gunung Kawi.
Karena lokasinya berdekatan dengan Pesarean, Anda bisa memasukkannya ke dalam rencana perjalanan ketika mengunjungi kawasan tersebut.
6. Taman Wisata Selo Agung dan Sabana Kawi

Sumber: Google Maps
Bagi Anda yang ingin menikmati alam tanpa melakukan pendakian panjang, Taman Wisata Selo Agung dapat menjadi salah satu pilihan.
Kawasan ini menawarkan suasana pegunungan, area bermain, serta berbagai tempat untuk berfoto dengan latar alam terbuka.
Di sisi lain, Sabana Kawi menawarkan hamparan padang rumput yang menjadi salah satu daya tarik bagi pendaki dan penggemar fotografi.
Pemandangan pegunungan yang terbuka membuat kawasan ini menarik untuk menikmati suasana pagi maupun beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Kedua tempat tersebut dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin menikmati sisi alam Gunung Kawi bersama keluarga tanpa pendakian hingga puncak.
Rombongan ke Gunung Kawi Menggunakan Skycity Trans

Pergi ke Gunung Kawi bersama rombongan tentu membutuhkan kendaraan yang dapat mengakomodasi banyak penumpang sekaligus.
Daripada menggunakan beberapa mobil secara terpisah, menyewa Hiace dari Skycity Trans dapat menjadi pilihan untuk membuat perjalanan rombongan lebih praktis.
Dengan satu kendaraan, seluruh anggota rombongan dapat berangkat dan pulang bersama sesuai jadwal perjalanan yang telah disiapkan.
Pilihan Hiace juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rombongan. Hiace Commuter dapat digunakan untuk rombongan hingga 14 penumpang.
Sementara itu, Hiace Premio dan Hiace Premio Luxury dapat dipertimbangkan bagi rombongan yang ingin mengutamakan kenyamanan selama perjalanan, terutama jika rutenya cukup jauh dan membutuhkan waktu berjam-jam di perjalanan.
Selain kapasitas penumpang, kenyamanan kendaraan juga penting ketika perjalanan melibatkan lansia, anak-anak, atau anggota keluarga dalam jumlah banyak. Dengan kendaraan yang lebih lega, rombongan dapat menikmati perjalanan menuju Gunung Kawi dengan lebih nyaman tanpa harus berpindah-pindah kendaraan.
Sewa Hiace Skycity Trans juga sudah mencakup driver, sehingga rombongan tidak perlu bergantian mengemudi selama perjalanan. Hal ini memungkinkan seluruh peserta lebih fokus menikmati perjalanan, menyusun agenda wisata, atau beristirahat selama berada di dalam kendaraan.
Sebelum berangkat, rombongan sebaiknya menyusun itinerary dengan memperhitungkan waktu perjalanan, agenda kunjungan, waktu istirahat, hingga jadwal kembali. Dengan perencanaan yang lebih matang dan kendaraan yang sesuai kapasitas, perjalanan rombongan ke Gunung Kawi dapat berlangsung lebih terorganisir dan nyaman.
Untuk perjalanan bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan wisata, Anda dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan melalui Skycity Trans. Siapkan rute dan jumlah peserta perjalanan, kemudian konsultasikan pilihan Hiace yang paling sesuai dengan kebutuhan rombongan.



