Beranda » Wisata » Mengenal Gua Maria Tritis Jogja, Destinasi Ziarah Unik di Gunungkidul

Mengenal Gua Maria Tritis Jogja, Destinasi Ziarah Unik di Gunungkidul

Pergi ke Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya berkaitan dengan wisata budaya dan kuliner. 

Di daerah Gunungkidul, Anda bisa wisata religi dengan mengunjungi Gua Maria Tritis Gunungkidul. Bagi pemeluk agama Katolik, Gua Maria sendiri menjadi salah satu tempat yang suci untuk didatangi. 

Biasanya berdoa merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para pemeluk agama Katolik. Anda tertarik wisata religi ke Gua Maria Tritis? Mari berkenalan lebih dalam mengenai gua tersebut melalui artikel ini. Silakan disimak. 

Sejarah Gua Maria Tritis Jogja

Gua Maria Tritis sendiri disebut juga sebagai Gua Perantara Wahyu. Sementara itu untuk nama Tritis digunakan sebelum gua tersebut menjadi Gua Maria. Gua Tritis digunakan sebagai tempat untuk berdoa sekitar tahun 1970-an. 

Ternyata, saat itu Romo Hardjosudarmo datang ke Gua Tritis karena informasi dari anak muridnya. Namun, informasi yang diberikan tersebut salah. Akhirnya, Romo Hardjosudarmo berinisiatif mengubah tempat tersebut menjadi Gua Maria karena keindahan alamnya yang sangat memukau. 

Untuk mewujudkannya Romo menemui kepala desa dengan tujuan meminta izin. Kepala Desa Giring memberikan izinnya agar Gua Tritis bisa dipakai sebagai tempat untuk berdoa para pemeluk agama Katolik. 

Selanjutnya, pada 1977, patung Bunda Maria pun diletakkan di Gua Tritis dan diberkati menjadi tempat ziarah umat Katolik dengan nama Gua Maria Tritis. 

Seiring berjalannya waktu, patung Bunda Maria yang berada di gua diganti beberapa kali. Patung tersebut terakhir diganti pada 1992 bersamaan dengan pembangunan Stasi Jalan Salib. 

Peresmian Gua Maria Tritis dilakukan pada 2006 oleh Paroki Kelor. Saat ini, Gua Maria Tritis ada di bawah naungan dan lindungan St. Petrus serta Paulus (Timur Gunungkidul), dan Paroki (adm) Bandung dengan lindungan St. Yusup (Barat) serta Paroki Wonosari. 

Lokasi dan Rute Menuju Gua Maria Tritis Jogja

Rute menuju Gua Maria Tritis

Sumber: Google Maps 

Gua Maria Tritis sendiri berada di tepi Jalan Lingkar Selatan Gunungkidul. Lebih tepatnya beralamatkan di Jalan Sapto Sari Bulu, Paliyan, Gn, Dowo, Giring, Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. 

Gua ini buka setiap hari dari beroperasi selama 24 jam sehingga Anda bisa datang kapan saja. Untuk ke sana Anda bisa mengikuti jalur utama yakni dari Yogyakarta yang membutuhkan waktu 1 jam 25 menit dengan jarak 50,8 kilometer. 

Berikut rute dari Google Maps yang bisa Anda jadikan panduan:

  1. Dari Kota Yogyakarta ambil Jalan Jagalan – Beji ke Jl. Sultan Agung 
  2. Mengemudi dari Jl. Imogiri Barat, Jl. Imogiri – Siluk, Barongan – Bibal, Bibal – Panggang, … dan Saptosari – Planjan ke Gunung Dowo sekitar 1 jam 19 menit (49, 7 kilometer)
  3. Mengemudi ke Jalan Goa Maria Tritis selama 1 menit (450 meter)

Sementara itu, untuk jalur lain bisa dari Yogyakarta kemudian ke Patuk, Pertigaan Gading, Playen, Paliyan, Pasar Trowono, dan Singkil. 

Daya Tarik Gua Maria Tritis Jogja 

Gua Maria Tritis

Sumber: Detik.com

Keunikan dari Gua Maria Tritis Jogja ini terletak pada gua karst-nya yang asli dari wilayah Gunungkidul. Gua tersebut hanya diberikan beberapa tambahan seperti kursi untuk berdoa dan patung. Sementara itu, di bagian dalam gua, Anda akan disuguhi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara natural. 

Kemudian di beberapa titik, Anda akan menemui tetesan air yang mengalir dari stalaktit. Tetesat air tersebut ditampung ke dalam wadah dan bisa Anda ambil. Pada area luar, Anda juga disuguhi pemandangan perbukitan karst yang berjejer. 

Tidak jauh dari gua, terdapat instalasi salib yang terpasang pada salah satu bukit dan biasa digunakan sebagai tempat untuk prosesi jalan salib.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Gua Maria Tritis

Dengan mengunjungi Gua Maria Tritis, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas berikut:

1. Berdoa dan Mendekatkan Diri kepada Tuhan 

Gua Maria Tritis menjadi tempat yang cocok bagi peziarah untuk berdoa secara pribadi, melakukan devosi, maupun memanjatkan doa Rosario. 

Suasana gua yang tenang, ditambah keindahan alam dan suara tetesan air stalaktit bisa mendukung kegiatan doa dan perenungan spiritual. 

2. Mengikuti Prosesi Jalan Salib

Anda juga dapat mengikuti prosesi tradisi Jalan Salib yang terdiri dari 14 stasi. Setiap pemberhentian menggambarkan perjalanan Yesus menuju penyaliban sehingga aktivitas ini menjadi kesempatan untuk Anda merenungkan kisah sengsara Kristus. Prosesi kerap dilakukan selama masa Prapaskah tetapi bisa diikuti pada waktu lain. 

3. Mengikuti Misa Bersama 

Selain kegiatan doa pribadi, pengunjung bisa mengikuti misa atau ibadah bersama yang diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. 

Pelaksanaan misa di lingkungan gua menghadirkan suasana ibadah yang khidmat dan berbeda. Pastikan untuk mencari informasi jadwal misa terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan. 

4. Membawa Pulang Air yang Dipercaya sebagai Air Berkat 

Di kawasan gua terdapat kolam kecil yang menampung air dari tetesan stalaktit. Sebagian peziarah memaknainya sebagai air berkat dan membawanya pulang sebagai bagian dari pengalaman ziarah. 

Pengambilan air sebaiknya dilakukan dengan tetap menghormati nilai spiritual dan aturan yang berlaku di lokasi. 

5. Menikmati Suasana Alam dan Melakukan Refleksi 

Pengalaman berkunjung ke Gua Maria Tritis, bisa dilengkapi dengan menikmati pemandangan alam di sekitarnya. Jalur menuju gua melewati kawasan perbukitan karst dan pepohonan jati yang memberikan nuansa asri. 

Perjalanan ini bisa Anda manfaatkan untuk menenangkan pikiran, menikmati udara segar, sekaligus meluangkan waktu untuk refleksi diri. 

Tips Berkunjung ke Gua Maria Tritis

Untuk memastikan perjalanan Anda berjalan dengan lancar, pastikan untuk memperhatikan berbagai hal berikut:

  1. Memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi yang prima terutama jika Anda menggunakan mobil. Mengapa penting? Karena medan pada beberapa titik menuju gua kondisinya cukup menantang. 
  2. Karena pom bensin di area pedesaan tidak sebanyak di perkotaan, maka sebaiknya Anda mengisi bahan bakar sebelum memasuki wilayah Gunungkidul 
  3. Gunakanlah alas kaki dan pakaian yang nyaman, terutama bila Anda memiliki rencana untuk jalan kaki atau mengikuti Jalan Salib
  4. Pastikan Anda membawa bekal makanan maupun minuman. Namun, di sekitar gua Anda juga bisa menemui berbagai warung yang menjual cemilan
  5. Periksa lagi cuaca sebelum berangkat. Alasannya, saat hujan turun, jalur menuju gua bisa menjadi lebih licin 

Rombongan Ziarah ke Gua Maria Tritis dengan Hiace dari Skycity Trans 

hiace premio untuk perjalanan jarak jauh

Perjalanan ziarah bersama keluarga, komunitas, maupun kelompok umat menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Agar perjalanan menuju Gua Maria Tritis berlangsung nyaman, memilih kendaraan yang mampu menampung rombongan tentu menjadi hal penting.

Hiace dari Skycity Trans, khususnya Hiace Premio dan Hiace Premio Luxury, dapat menjadi pilihan transportasi untuk mendukung perjalanan ziarah bersama. 

Apalagi jika anak-anak dan lansia turut serta sebagai rombongan ziarah. Kenyamanan akan menjadi kebutuhan nomor satu. Karena anak-anak cepat bosan dan lansia bisa kelelahan jika kendaraan yang ditumpangi tidak memberikan hiburan maupun kenyamanan. 

Ruang kabin yang nyaman memberikan kesempatan bagi penumpang untuk beristirahat selama perjalanan, berbincang dengan sesama rombongan, atau mempersiapkan kebutuhan ibadah tanpa harus mengatur beberapa kendaraan secara terpisah. 

Hubungi Skycity Trans melalui Whatsapp untuk melakukan konsultasi dan perencanaan perjalanan Anda. 

Bagikan ke:

Hubungi Admin