Beranda » Kuliner » Wisata Kuliner Solo Legendaris: 7 Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Wisata Kuliner Solo Legendaris: 7 Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Solo dikenal sebagai kota budaya dan kota batik. Di sana Anda akan menemui dua istana bersejarah yakni Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Istana Pura Mangkunegaran. Namun, tahukah Anda bahwa Solo juga dikenal sebagai kota Liwet?

Ya, nasi liwet memang menjadi salah satu kuliner Solo yang sudah melegenda. Selain nasi liwet ada berbagai kuliner Solo yang wajib masuk dalam destinasi wisata kuliner Anda. 

Apa saja wisata kuliner Solo legendaris yang sayang untuk dilewatkan? Berikut daftarnya untuk Anda. 

Wisata Kuliner Solo yang Wajib Dicoba

Solo dengan kebudayaannya menyimpan banyak wisata kuliner yang legendaris. Kuliner Solo tersebut sudah ada sejak lama. Sehingga menjadi khas dari kota Solo itu sendiri. Apa saja? 

1. Nasi Liwet

Pertama, tentunya ada nasi liwet sebagai salah satu julukan kota Solo yakni kota liwet. 

Nasi gurih yang lembut dan harum ini disajikan bersama suwiran ayam atau opor ayam, santan kental atau dikenal juga dengan areh, pindang atau telur kukus, dan sayur labu siam. 

Nasi liwet Solo menyimpan filosofi mendalam dalam setiap komponen pelengkapnya. Seperti:

  • Nasi putih sebagai simbol hati yang bersih dan suci
  • Telur sebagai sumber kehidupan
  • Ayam suwir yang menyimbolkan semangat berbagi

Umumnya nasi liwet disajikan menggunakan alas daun pisang sehingga meningkatkan aroma khasnya. Nasi liwet sendiri diambil dari teknik memasaknya yaitu dengan cara liwet atau memasak nasi dengan direbus sampai teksturnya pulen. 

Kuliner Solo satu ini memang sudah melegenda dan bahkan proses pembuatannya ada dalam Serat Centhini yakni salah satu karya sastra paling besar pada kesusastraan Jawa Baru yang ditulis pada 1814 hingga 1823 M.  

2. Timlo Solo

Makanan yang wajib masuk wisata kuliner Solo legendaris selanjutnya ada timlo solo. Kuliner berkuah ini mempunyai rasa seperti perpaduan antara sup dan soto. Sehingga cocok untuk Anda nikmati saat cuaca dingin. 

Salah satu restoran legendaris yang menyajikan timlo solo adalah Rumah Makan Timlo Solo yang berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 94. Ternyata timlo solo memiliki sejarah panjang lho. 

Timlo sendiri terinspirasi dari sup kimlo yakni makanan berkuah dari etnis Tionghoa. Sup tersebut kemudian lebih populer dikenal sebagai timlo oleh masyarakat Jawa. 

Di dalam timlo solo Anda akan menikmati perpaduan antara irisan dadar gulung, ati ampela ayam, telur pindang, irisan sosis solo, ayam goreng suwir, dan bihun. 

Ciri khasnya ada di kuah yang encer dan bening dengan rasa gurih dari racikan bawang putih, sari kaldu ayam, merica, bawang merah, garam, dan gula sedikit saja. 

3. Tengkleng

Kuliner Solo satu ini mirip dengan gulai kambing. Namun untuk tengkleng terbuat dari organ kambing dan tulang. Jika dibandingkan dengan gulai kambing, kuah dari tengkleng lebih encer. 

Tengkleng lahir ketika masyarakat Solo sedang mengalami kesulitan bahan makanan. Saat itu mereka tidak bisa membeli daging dan hanya bisa mengolah organ serta tulang kambing dengan sisa daging yang menempel. Dari situlah lahir tengkleng. 

Seiring berjalannya waktu, kuliner tengkleng pun semakin diminati masyarakat dan kini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Solo legendaris. 

4. Sate Buntel

Dalam bahasa Jawa, buntel artinya bungkus. Mengapa dinamai sate buntel, apa kaitannya dengan bungkus? Ternyata, berbeda dengan sate lainnya, sate buntel merupakan sajian dari daging kambing yang sudah dicincang. 

Kemudian daging tersebut dibentuk pada tusukan dan dibungkus menggunakan lapisan lemak. Sate buntel lahir dari inovasi seseorang bernama Lim Hwa Youe pada 1948. 

Ia merupakan pemilik warung Sate Kambing Tambak Sagaran. Seiring berjalannya waktu, sate buntel pun semakin populer dan menjadi makanan khas kota Solo. 

Kini semakin banyak yang menjual sate buntel, tidak hanya warung milik Lim Hwa Youe saja. 

5. Serabi Notosuman

Gambaran serabi kuliner Solo

Orang-orang juga banyak mengenal kuliner Solo satu ini sebagai serabi solo. Sementara itu nama Notosuman sendiri diambil dari nama sebuah jalan bernama Notosuman. Namun, jalan tersebut kini sudah berganti nama menjadi Jalan Mohammad Yamin. 

Serabi tersebut terbuat dari tepung beras, vanilla, pandan, santan kelapa, gula, dan garam. Adonan kemudian dimasak dengan cara dipanggang di atas arang menggunakan wajan kecil dari tanah liat. 

Serabi hadir dengan berbagai inovasinya masing-masing. Ada yang basah karena disajikan dengan kuah dan ada juga yang kering. Selain itu, ada pula yang disajikan dengan berbagai topping dan aroma. 

6. Sate Kere

Selain punya sate buntel, Solo juga punya sate kere atau sate gembus. Sate tersebut tidak dibuat dari daging, melainkan tempe gembus. Apa itu? 

Yakni ampas produksi tahu yang difermentasi. Tentunya harganya lebih murah dari sate yang terbuat dari daging. Namun, walau lebih murah, rasanya tidak kalah enak. 

Tempe gembus akan dipanggang dan dinikmati bersama siraman bumbu kacang. Biasanya tempe gembus diolah menjadi bacem terlebih dahulu sebelum dipanggang menjadi sate. 

Setelah itu tempe pun dipotong-potong sesuai dengan selera dan baru dipanggang. Bumbu kacang menjadi pelengkap penting untuk sate gembus.

Semakin enak bumbu kacangnya, maka semakin lezat lah sate gembus tersebut. Anda akan merasakan pengalaman menyantap kuliner Solo yang lembut dipadu dengan rempah-rempah serta bumbu kacang gurih, pedas, dan manis. 

7. Cabuk Rambak

Selanjutnya ada cabuk rambak yaitu kuliner Solo yang disajikan menggunakan daun pisang pincuk. Sayangnya, makanan legendaris satu ini sudah mulai langka. Anda bisa menemukannya di Jalan Ledoksari Selatan, sekitar Pasar gede, dan di belakang komplek Stadion Manahan. 

Nama cabuk rambak sendiri diambil dari kata cabuk yaitu sambal dari wijen bakar. Sementara itu rambak sendiri adalah kerupuk dari kulit kerbau atau sapi. Namun, terjadi perubahan dalam penyajiannya. 

Karena kerupuk rambak harganya semakin mahal, kini kuliner tersebut juga disajikan dengan kerupuk nasi. 

Saat mencoba makanan ini, Anda akan mendapatkan pengalaman menikmati perpaduan ketupat nasi yang diiris tipis-tipis kemudian disiram saus yang terbuat dari kemiri, wijen, dan kelapa parut sangrai. 

Hidangan dilengkapi dengan potongan karak atau kerupuk dari nasi kering. Untuk ketupatnya sendiri bernama gendar janur atau nasi padat yang dibungkus dengan daun kelapa muda. 

Wisata Kuliner Solo dengan Hiace Skycity Trans 

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota yang menarik untuk dijelajahi bersama rombongan. Selain memiliki berbagai destinasi wisata budaya dan sejarah, kota ini juga dikenal dengan beragam kuliner khas yang sudah menjadi bagian dari identitas daerah. 

Mulai dari makanan tradisional yang telah bertahan selama puluhan tahun hingga tempat makan yang lebih modern, pilihan kuliner di Solo cukup beragam untuk mengisi agenda perjalanan.

Bagi rombongan keluarga, komunitas, maupun rekan kerja, wisata kuliner Solo bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan karena tidak harus dilakukan dalam satu tempat. Anda dapat menyusun rute dengan mengunjungi beberapa lokasi kuliner dalam satu perjalanan. 

Agar mobilitas rombongan lebih praktis, menggunakan kendaraan dengan kapasitas penumpang yang sesuai seperti Hiace dari Skycity Trans dapat menjadi salah satu pilihan. Hubungi kami melalui Whatsapp untuk informasi dan konsultasi kebutuhan Anda. 

Bagikan ke:

Hubungi Admin