Malang dikenal dengan udaranya yang sejuk. Letak geografisnya membuat Malang cocok untuk wisata alam.
Namun, wisata kuliner Malang juga tidak kalah asik lho. Malang mempunyai berbagai kuliner legendaris yang wajib Anda coba jika sedang mampir di Malang. Apa saja Wisata kuliner Malang yang dimaksud? Berikut rekomendasi kuliner Malang untuk Anda.
1. Bakso Malang

Sumber: Google Maps
Bakso memang mudah dijumpai di daerah manapun, tetapi Bakso Malang punya ciri khasnya sendiri. Dalam semangkuk Bakso Malang tidak hanya bakso dan mi. Ada tambahan lain seperti pangsit goreng, bakso goreng, dan siomay rebus.
Variasi tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membuat Bakso Malang mudah dikenali. Selain isian, kuah Bakso Malang juga berbeda karena gurih dan berlemak. Untuk mendapatkannya, kaldu dimasak bersama dengan jeroan sapi dan tulang. Jika Anda ingin mencoba makan Bakso Malang. Berikut beberapa rekomendasinya:
- Bakso Kota Cak Man dengan konsep prasmanan
- Bakso President Malang yang berlokasi di dekat jalur kereta api
- Bakso Prima Cak Herman menyediakan bakso kasar dan halus
- Bakso Cak Ni atau Bakso Gapuro dengan tulang rangu
- Bakso Solo Kidul Pasar salah satu yang legendaris karena ada sejak 1965
- Bakso Gun yang menyediakan hotpot di setiap meja
- Bakso Prima Cak Bowo
- Bakso Damas
- Bakso Cak Toha
- Bakso Solo Pak Dji
2. Rawon

Sumber: Google Maps
Kuliner Malang selanjutnya ada rawon yang dikenal dengan kuah hitam pekat dengan rasa yang gurih dan kaya rempah. Rawon biasanya disajikan bersama potongan daging sapi, tauge, atau kecambah, sambal, dan kerupuk.
Warna hitam pada kuah berasal dari kluwek, salah satu bahan utama yang memberikan karakter rasa dan aroma khas pada hidangan ini.
Salah satu rawon yang dikenal sebagai kuliner legendaris di Malang adalah Rawon Rampal. Warung ini sudah ada sejak 1957 dan berada di sekitar Lapangan Rampal.
Keunikannya terletak pada cara memasak yang masih menggunakan metode tradisional, yakni dengan tungku dan arang. Proses tersebut menjadi bagian dari karakter kuliner yang membuat tempat ini tetap dikenal hingga sekarang.
3. Pecel Kawi

Sumber: Google Maps
Wisata kuliner Malang selanjutnya ada Pecel Kawi Hj. Musilah. Warung tersebut merupakan salah satu tempat makan legendaris di Kota Malang. Berdiri sejak 1975, warung ini dikenal dengan nasi pecelnya sekaligus berbagai pilihan masakan tradisional lainnya.
Pada awalnya nasi pecel dijajakan dengan dipikul di sekitar kampung dan kawasan Jalan Kawi. Setelah itu baru berjualan di warung.
Menu utamanya tentu saja nasi pecel. Hidangan ini terdiri dari sayuran yang masih segar, kemudian disiram dengan bumbu pecel yang memiliki cita rasa gurih dan sedikit pedas. Nasi pecel tersebut biasanya dilengkapi tempe dan rempeyek sebagai pendamping.
Popularitas Pecel Kawi tidak hanya dikenal oleh warga Malang. Wisatawam dari berbagai daerah juga menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan kuliner.
Selain mempertahankan makanan tradisional, Pecel Kawi juga mengikuti perkembangan zaman dengan menjual bumbu pecel secara online. Bumbu tersebut tersedia dalam beberapa pilihan tingkat rasa, seperti pedas, manis, dan sedang. Pesanannya bahkan telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
4. Soto Malang

Sumber: Malangkota
Soto Kabupaten merupakan salah satu kuliner legendaris yang telah dikenal masyarakat Malang sejak sekitar 1960-an. Nama “Kabupaten” berasal dari lokasi awal penjualannya, yaitu di depan Hotel Santoso yang berada di seberang kantor Kabupaten Malang.
Dari situlah masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Soto Kabupaten. Soto disajikan dalam kondisi hangat dengan kuah yang memiliki aroma gurih.
Dalam semangkuk Soto Kabupaten terdapat pilihan daging sapi atau ayam kampung, telur rebus, kubis, seledri, dan soun.
Hidangan tersebut juga diberi perasan jeruk limau untuk memberikan rasa segar. Salah satu pelengkap yang membuat sajian ini semakin khas adalah bubuk koya yang ditaburkan di atas soto.
Pengunjung juga dapat menyesuaikan rasa menggunakan sambal dan kecap manis yang tersedia di meja. Salah satu daya tarik Soto Kabupaten bukan hanya makanannya, tetapi juga suasana warung yang masih mempertahankan nuansa zaman dahulu.
Pikulan yang dahulu digunakan untuk berjualan tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah usaha tersebut
5. Orem-orem

Sumber: Google Maps
Orem-orem adalah salah satu kuliner Malang yang bisa disantap kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam.
Hidangan ini berbahan dasar tempe yang dipotong kecil-kecil, kemudian disiram kuah santan berwarna kuning. Biasanya, orem-orem dilengkapi ketupat atau lontong serta kecambah.
Salah satu tempat yang masih mempertahankan sajian tersebut adalah Warung Orem-Orem Arema. Usaha kuliner ini telah berdiri sejak 1995 dan kini diteruskan oleh generasi kedua.
Pada awalnya, warung tersebut berjualan di kawasan Jalan Jakarta sebelum berpindah ke lokasi sekarang pada sekitar awal 2000-an. Orem-orem di warung ini memiliki kuah santan yang tidak terlalu kental, tetapi tetap terasa gurih.
Setelah diracik, hidangan diberi tambahan kecap manis dan bawang goreng sehingga rasanya semakin kaya.
Pengunjung juga dapat memilih tambahan lauk sesuai selera. Selain versi standar, tersedia pilihan ayam atau telur asin sebagai pelengkap. Jadi, satu porsi dapat dibuat lebih sederhana ataupun lebih lengkap sesuai keinginan.
6. Sego Goreng Resek

Sumber: Google Maps
Rekomendasi kuliner Malang selanjutnya ada Sego Goreng Resek. Hidangan ini telah menjadi salah satu makanan yang dikenal sejak lama dan memiliki pelanggan dari kalangan warga lokal hingga wisatawan.
Nama “resek” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti sampah. Sebutan tersebut berkaitan dengan lokasi awal penjualannya yang berada di sekitar tempat pembuangan sampah. Kuliner ini sudah hadir sejak 1959 dan saat ini telah diteruskan oleh generasi kedua.
Pada masa awal berdiri, Sego Goreng Resek dijajakan menggunakan tenda sederhana di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kasin, Malang. Cara memasaknya pun masih mempertahankan metode tradisional, yakni menggunakan wajan besar yang diletakkan di atas bara arang.
Dalam sekali proses memasak, sekitar 80 porsi nasi goreng dapat dihasilkan. Nasi tersebut dicampur dengan mi, tauge, serta irisan kol, kemudian dibumbui menggunakan garam dan kecap. Kaldu ayam khas turut digunakan untuk memperkuat rasa gurih pada hidangan.
Selain porsinya yang cukup mengenyangkan, pengunjung juga dapat memilih tambahan lauk sesuai selera. Beberapa pilihan yang tersedia meliputi telur, ayam suwir, dan ati ampela.
7. Ketan Susu

Sumber: Google Maps
Malang dan Batu juga memiliki sejumlah kuliner yang menarik untuk dicoba, salah satunya Pos Ketan Legenda 1967. Pada masa awal berjualan, Pos Ketan hanya menyediakan beberapa pilihan sederhana.
Ada ketan campur, ketan kicir, dan ketan bubuk original. Pilihan minumannya pun masih terbatas pada teh dan kopi. Kini, pilihan menu yang tersedia jauh lebih beragam.
Berbagai kombinasi ketan dengan topping dikembangkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pengunjung.
Beberapa di antaranya adalah KPS yang terdiri dari ketan, pisang, dan vla, KSM berupa ketan dengan susu dan meses, serta SKKM yang memadukan ketan, susu, keju, dan meses.
Dari berbagai pilihan tersebut, KSK atau ketan susu keju serta KSDK yang memadukan ketan, durian, keju, susu, dan vla termasuk menu yang menjadi favorit.
Khusus KSDK, sajian ketan dilengkapi potongan durian, taburan keju, susu kental manis, serta kuah santan sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih. Salah satu hal yang membuat Pos Ketan tetap diminati adalah karakter ketannya yang pulen, lembut, dan legit.
Tekstur tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati sajian ketan dengan berbagai topping. Pos Ketan menggunakan beras ketan yang didatangkan dari Thailand.
Jenis ketan tersebut dikenal memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok digunakan untuk sajian seperti ini.
Proses pengolahannya juga dilakukan melalui beberapa tahap. Ketan terlebih dahulu direndam menggunakan air yang diberi garam selama semalaman. Setelah itu, ketan dikukus hingga matang sebelum kemudian diolah menjadi hidangan siap saji.
Berburu Kuliner Malang dengan Hiace Skycity Trans

Menjelajahi kuliner Malang tentu lebih seru jika dilakukan bersama keluarga, teman, atau rombongan.
Ada banyak pilihan kuliner legendaris yang bisa dimasukkan ke dalam satu agenda, mulai dari bakso, pecel, rawon, hingga kuliner malam seperti Sego Goreng Resek. Bakso President, misalnya, menjadi salah satu ikon kuliner Malang yang telah dikenal luas dan menawarkan pengalaman makan di dekat jalur kereta api.
Untuk perjalanan bersama rombongan, menggunakan Hiace Skycity Trans dapat membuat agenda berburu kuliner terasa lebih praktis.
Anda bisa berpindah dari satu tempat makan ke tempat lainnya tanpa perlu repot membawa beberapa kendaraan atau mencari tempat parkir untuk banyak mobil.
Perjalanan juga bisa dibuat lebih fleksibel dengan menyusun rute kuliner berdasarkan waktu makan.
Pagi hari dapat dimulai dengan mencicipi pecel atau rawon, kemudian dilanjutkan berburu bakso pada siang hari. Saat malam tiba, Anda bisa mengunjungi Sego Goreng Resek yang memang dikenal sebagai salah satu kuliner malam legendaris Malang.
Dengan sewa Hiace Skycity Trans, perjalanan kuliner bersama rombongan menjadi lebih nyaman karena Anda dapat menikmati perjalanan bersama dalam satu kendaraan.
Setelah puas mencicipi berbagai makanan khas Malang, perjalanan pun bisa dilanjutkan ke destinasi wisata lainnya sebelum kembali ke penginapan.
Jadi, kalau Anda sedang merencanakan wisata kuliner Malang bersama rombongan, siapkan daftar tempat makan yang ingin dikunjungi dan atur rutenya dari awal. Dengan kendaraan yang sesuai, agenda berburu kuliner pun bisa terasa lebih nyaman dan menyenangkan.