Saat mendengar nama Provinsi Jawa Barat, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama salah satu gunung di sana, yakni Gunung Tangkuban Perahu. Gunung tersebut memiliki cerita yang sangat melegenda di Indonesia.
Tidak hanya itu, keindahannya juga membuat Gunung Tangkuban Perahu sering menjadi destinasi wisata. Lalu aktivitas apa saja yang bisa wisatawan lakukan saat memilihnya sebagai salah satu destinasi wisata?
Table of Contents
ToggleSekilas Sejarah Gunung Tangkuban Perahu
Cerita Tangkuban Perahu merupakan kisah yang sangat populer di Indonesia. Bahkan pernah diadaptasi menjadi film layar lebar pada 1982. Bahkan kisah Sangkuriang juga pernah diadaptasi menjadi game.
Dalam kisah tersebut, Sangkuriang dan Dayang Sumbi menjadi pusat cerita. Singkatnya, Dayang Sumbi sedang mengasingkan diri karena melihat peperangan para raja, bangsawan, hingga pangeran yang merebutkan dirinya.
Dalam pengasingan, ia mengisi waktu dengan menenun. Suatu hari, peralatan menenunnya jatuh. Karena sedang malas mengambil, Dayang Sumbi berjanji bahwa siapapun yang mengambilkan peralatan tersebut, jika ia seorang pria, maka akan ia nikahi.
Sementara jika yang mengambil adalah perempuan, maka akan ia jadikan saudara. Ternyata Tumang, seekor anjing mengambilkannya untuk Dayang Sumbi.
Mereka pun menikah dan lahirlah Sangkuriang. Singkat cerita Sangkuriang membunuh Tumang dan mengambil hatinya karena Tumang tidak mau mengejar seekor babi hutan. Hati tersebut dibawa ke Dayang Sumbi.
Saat itu Dayang Sumbi menginginkan hati kijang, tetapi Sangkuriang tidak menemukannya. Setelah membunuh Tumang, Sangkuriang mengakui perbuatannya kepada Dayang Sumbi. Marah, Dayang Sumbi memukul kepalanya hingga terluka.
Sangkuriang kemudian pergi mengembara. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda gagah dan sakti. Tanpa sadar, ia kembali ke tempat kelahirannya dan bertemu Dayang Sumbi.
Keduanya saling jatuh cinta tanpa mengetahui hubungan mereka. Dayang Sumbi kemudian melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa pemuda itu adalah anaknya. Ia menjelaskan kepada Sangkuriang dan menolak menikah dengannya.
Namun, Sangkuriang tidak percaya dan tetap ingin menikah. Untuk menggagalkan pernikahan, Dayang Sumbi memberi syarat: Sangkuriang harus membendung Sungai Citarum dan membuat kapal besar dalam semalam.
Dengan kesaktiannya, Sangkuriang memanggil makhluk halus untuk membantu. Ketika pekerjaannya hampir selesai, Dayang Sumbi meminta pertolongan dewa. Ia membuat suasana seolah-olah pagi telah tiba sehingga makhluk halus meninggalkan pekerjaan.
Marah karena merasa dicurangi, Sangkuriang menendang kapal yang telah dibuatnya hingga tertelungkup. Kapal tersebut kemudian dipercaya berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Keunikan Gunung Tangkuban Perahu
Gunung yang terletak di Lembang, Bandung Barat ini memiliki banyak keunikan. Berikut beberapa di antaranya:
1. Terbentuk Ribuan Tahun Lalu
Gunung Tangkuban Perahu diperkirakan terbentuk sekitar 90.000 tahun yang lalu di kawasan Kaldera Sunda.
Usia gunung ini juga lebih muda dari Gunung Burangrang yang letaknya berada di sebelah barat. Gunung Burangrang sendiri diperkirakan terbentuk sekitar 210.000-105.000 tahun yang lalu.
2. Memiliki 13 Kawah
Ketika Gunung Tangkuban Perahu mengalami letusan, sebagian materialnya mengalir ke bagian selatan dan tertahan di kaki patahan. Aktivitas yang dialami oleh Gunung Tangkuban Perahu sudah membentuk 13 kawah.
Untuk tiga kawah utamanya sendiri ada di bagian timur ke barat, yakni Kawah Domas, Kawah Upas, dan Kawah Ratu. Di area Kawah Ratu terdapat banyak lubang belerang.
3. Butuh 3,5 Jam untuk Sampai Puncak
Jika Anda ingin menuju titik tertinggi Gunung Tangkuban Perahu, Anda membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari tepi kawah.
Selain menuju titik tertinggi, estimasi waktu tersebut juga untuk mengelilingi dua kawah utama yakni Kawah Ratu dan Kawah Upas.
Titik tertinggi gunung ini sendiri berada di area punggungan hutan datar di sisi paling kanan, dekat bagian terjauh Kawah Upas.
Jika ingin mencapai titik tertinggi dengan rute singkat, Anda bisa berjalan berlawanan arah jarum jam. Namun, untuk menikmati pemandangan yang lebih menarik, kami merekomendasikan rute searah jarum jam.
Aktivitas Wisata Tangkuban Perahu

Saat Anda mengunjungi Tangkuban Perahu banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama keluarga atau rombongan. Berikut beberapa aktivitas tersebut:
1. Menikmati Pemandangan Kawah Ratu
Kawah Ratu menjadi salah satu daya tarik utama dari Gunung Tangkuban Perahu. Anda bisa berjalan di sekitar area kawah sambil menikmati panorama dinding kawah dan suasana pegunungan.
Kawasan ini juga cocok untuk mengabadikan momen dengan latar pemandangan alam yang khas.
2. Kulineran di Tepi Kawah
Setelah menikmati pemandangan Kawah Ratu, Anda bisa melanjutkannya dengan beristirahat sambil menikmati gorengan renyah bersama teh hangat atau kopi. Udara yang dingin membuat aktivitas ini terasa menenangkan.
Di area utama Kawah Ratu terdapat deretan kedai minuman maupun makanan. Sangat cocok untuk menikmati camilan lezat sambil memandangi keindahan Tangkuban Perahu.
3. Melepas Penat di Pemandian Air Panas Ciater
Setelah eksplorasi kawah, pemandian air panas Ciater bisa menjadi tujuan selanjutnya. Di sana Anda bisa berendam. Air dari pemandian tersebut mengalir secara langsung dari lereng gunung.
Suhunya sendiri mencapai 42,5 derajat celcius. Tidak hanya menghangatkan, pemandian ini juga dipercaya menyimpan khasiat terapi seperti meredakan nyeri sendi.
Jarak pemandian ini sekitar 7 kilometer dari pegunungan. Alamatnya ada di Jalan Raya Ciater, Nagrak, Subang.
4. Pijat Kaki dengan Lumpur Belerang
Aktivitas ini dapat Anda lakukan saat berkunjung ke Kawah Domas. Pijat kaki dengan lumpur belerang dipercaya mampu melemaskan otot sebelum Anda kembali melanjutkan pendakian.
Selain itu, Anda juga bisa mencoba merebus telur secara langsung di dalam mata air panas yang sedang mendidih. Agar perjalanan menyusuri area kawah lebih aman, kami merekomendasikan agar Anda menyewa jasa pemandu.
5. Berkemah di Capolaga
Letak wilayah perkemahan ini ada di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Subang atau berada di bagian utara gunung. Saat berkemah di sana Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam hijau yang sangat menyejukkan mata.
Selain itu Anda juga bisa menikmati sungai jernih yang mengalir di antara air terjun Curug Karembong, Goa Badak, dan Sawer. Untuk melengkapi aktivitas, Anda bisa mencoba trekking, flying fox, atau terapi air.
Wisata Tangkuban Perahu dengan Skycity Trans
Anda ingin menikmati wisata Tangkuban Perahu tanpa repot memikirkan rute? Anda bisa menggunakan layanan sewa kendaraan Hiace dari Skycity Trans untuk perjalanan yang lebih nyaman dan praktis.
Kami memiliki tiga jenis armada Hiace yang terdiri dari Hiace Commuter, Hiace Premio, dan Hiace Premio Luxury. Untuk Hiace Commuter diperuntukkan bagi Anda yang membutuhkan kendaraan dengan karakteristik ekonomis dan fungsional.
Sementara itu jika Anda mengajak anak-anak, lansia, atau tamu penting bisa menyewa Hiace Premio atau Hiace Premio Luxury. Keduanya memberikan kenyamanan tinggi dengan kursi yang empuk.
Untuk Hiace Premio Luxury dilengkapi interior mewah sehingga cocok untuk menjamu tamu penting bisnis Anda. Hubungi kami melalui Whatsapp untuk konsultasi kebutuhan. Kami akan mendampingi hingga transaksi selesai dilakukan.



