Dalam mempersiapkan study tour ke Bogor, ternyata masih ditemui panitia yang mengira bahwa penyusunan itinerary cukup disusun dari jarak di peta. Pada kenyataannya jalur Puncak dapat berubah jadi satu arah pada akhir pekan.
Maka dari itu, penyusunan itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam harus memperhatikan arah naik ke Puncak. Biasanya arah tersebut akan diprioritaskan pada pukul 07.00-11.30.
Kemudian arus akan dialihkan ke arah Jakarta mulai pukul 12.00-18.00 dan jadwalnya bisa mengalami pergeseran mengikuti kepadatan lalu lintas.
Rombongan yang telat berangkat bisa tertahan dan sesi study tour di destinasi seperti Taman Safari bisa ikut berantakan. Untuk mencegah situasi tersebut terjadi, artikel ini akan memberikan kamu panduan menyusun itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam.
Kenapa Bogor Cocok untuk Study Tour 3 Hari 2 Malam
Study tour Bogor 3 hari 2 malam sangat cocok karena lokasinya yang relatif dekat dari Jabodetabek dan memiliki destinasi wisata edukasi Bogor dengan beragam tema.
Dalam satu perjalanan, siswa bisa mempelajari sains, sejarah, budaya Sunda, hingga pertainan tanpa harus berpindah tempat terlalu jauh. Berikut beberapa alasan secara rinci mengapa Bogor layak dipertimbangkan untuk study tour:
- Destinasi yang beragam: Kegiatan bisa mencakup wisata sains, kunjungan sejarah, pengenalan budaya Sunda, dan edukasi argo.
- Aturan lebih terarah: Mendikdasmen tidak melarang kegiatan ini secara nasional. Sekolah tetap perlu memilih transportasi yang berkualitas dan memastikan aktivitas memiliki tujuan edukatif.
- Cocok untuk berbagai kelompok: Mulai dari satu kelas, kegiatan ekstrakurikuler, sekolah swasta kecil, bimbel, hingga kelompok mahasiswa yang menjalankan kuliah kerja lapangan.
Peta Klaster Destinasi dan Waktu Tempuh Antarlokasi
Sebelum menyusun itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam pastikan kamu memahami peta klaster destinasi serta waktu tempuhnya. Sebaiknya tempat study tour Bogor dikelompokkan berdasarkan wilayah.
Idealnya, satu hari difokuskan pada satu klaster supaya waktu kunjungan tidak hanya terbuang untuk perjalanan bolak-balik. Perkiraan waktu tempuh juga perlu disesuaikan dengan titik keberangkatan, kondisi lalu lintas, dan ukuran kendaraan rombongan.
|
Klaster |
Destinasi | Perkiraan jarak dari Kota Bogor |
Estimasi waktu tempuh |
| Kota Bogor | Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi Bogor | 1–2 km | 5 menit |
| Kota Bogor | Istana Bogor (area luar) | 2-3 km | 8–9 menit |
| Puncak | Taman Safari Indonesia Bogor | ±26-28 km | 1–1,5 jam |
| Puncak | Agrowisata Gunung Mas | ±27–30 km | 1-1,5 jam |
| Barat/Ciampea | Kampung Budaya Sindang Barang | ±8–10 km | 30–39 menit |
| Barat/Ciampea | Kampoeng Wisata Cinangneng | ±15 km | 43–46 menit |
| Barat/Ciampea | IPB University, Kampus Dramaga | ±12–13 km | 38–40 menit |
| Sentul | Kawasan agro-edukasi Sentul | ±15–25 km | 30–75 menit |
Itinerary Study Tour Bogor 3 Hari 2 Malam (Rundown per Jam)
Penyusunan itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam ini menggabungkan wisata sains, sejarah, budaya Sunda, dan agro-edukasi.
Jadwal dibuat dengan satu klaster utama per hari agar rombongan punya cukup waktu untuk belajar, beristirahat, dan berpindah lokasi. Berikut rundown study tour Bogor yang bisa kamu contoh.
Hari ke-1: Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, dan Istana Bogor

| Jam | Kegiatan | Lokasi |
Catatan belajar |
| 06.00–08.00 | Berangkat menuju Bogor melalui Tol Jagorawi | Jakarta–Bogor | Presensi peserta dan pengarahan keselamatan |
| 08.00–08.30 | Persiapan kunjungan | Kebun Raya Bogor | Pembagian kelompok dan aturan konservasi |
| 08.30–10.30 | Jelajah kebun dan observasi tumbuhan | Kebun Raya Bogor | Keanekaragaman hayati dan konservasi |
| 10.30–12.00 | Praktik ecoprint atau oshibana | Kebun Raya Bogor | Pemanfaatan tumbuhan dalam karya kreatif |
| 12.00–13.00 | Makan siang | Area yang diizinkan | Gunakan wadah makan guna ulang |
| 13.00–14.00 | Kunjungan edukatif | Museum Zoologi Bogor | Keanekaragaman fauna dan ekosistem |
| 14.00–15.30 | Kunjungan museum kepresidenan | Museum Kepresidenan RI Balai Kirti | Sejarah kepresidenan Indonesia |
| 15.30–16.30 | Perjalanan dan check-in | Penginapan | Istirahat dan pengecekan kamar |
| 19.00–20.00 | Jurnal refleksi | Penginapan | Menulis hasil observasi dan hal baru yang dipelajari |
Catatan:
- Tiket masuk wisata edukasi Kebun Raya Bogor adalah Rp15.500 baik untuk pengunjung domestik hari biasa maupun foreign visitor weekday.
- Untuk Balai Kirti, siapkan surat permohonan dan daftar nama peserta. Izin dapat dibatalkan atau ditunda jika terdapat kegiatan tertentu di lingkungan Istana.
Hari ke-2: Taman Safari Bogor dan Kebun Teh Gunung Mas

| Jam | Kegiatan | Lokasi |
Catatan belajar |
| 06.00–07.00 | Sarapan dan persiapan | Penginapan | Pemeriksaan peserta dan perlengkapan |
| 07.00–09.00 | Perjalanan menuju Puncak | Bogor–Cisarua | Observasi perubahan lingkungan sepanjang perjalanan |
| 09.00–12.00 | Safari edukasi dan pengenalan satwa | Taman Safari Indonesia Bogor | Ekosistem, perilaku satwa, dan konservasi |
| 12.00–13.00 | Makan siang | Taman Safari | Istirahat dan pengkondisian kelompok |
| 13.00–14.00 | Perjalanan menuju perkebunan teh | Cisarua–Gunung Mas | Pengamatan kawasan perkebunan |
| 14.00–16.00 | Agro-edukasi perkebunan teh | Agrowisata Gunung Mas | Budidaya teh dan proses pengolahannya |
| 16.00–18.00 | Perjalanan kembali | Puncak–penginapan | Menyesuaikan kondisi lalu lintas |
| 19.00–20.00 | Presentasi kelompok | Penginapan | Memaparkan hasil observasi satwa dan agro |
Catatan:
- Taman Safari Indonesia menyediakan program edukasi untuk rombongan sekolah. Hubungi pengelola untuk memastikan paket, pemandu, dan durasi kegiatan yang tersedia.
- Konfirmasi transportasi sebelum berangkat: tanyakan apakah minibus rombongan boleh melintasi jalur safari menggunakan kendaraan sendiri atau harus berpindah ke kendaraan safari yang disediakan pengelola.
- Sesi pengolahan teh di Gunung Mas perlu dikonfirmasi sebagai program kunjungan, karena tidak semua proses produksi selalu dapat disaksikan pengunjung.
- Perjalanan di Puncak dapat memakan waktu lebih lama akibat kepadatan dan rekayasa lalu lintas. Pilih hari kerja bila memungkinkan.
Hari ke-3: Kampung Budaya Sindang dan Kampoeng Wisata Cinangneng

| Jam | Kegiatan | Lokasi |
Catatan belajar |
| 06.30–07.30 | Sarapan dan check-out | Penginapan | Pemeriksaan barang dan presensi |
| 07.30–09.00 | Perjalanan menuju kawasan budaya | Bogor–Tamansari | Pengantar budaya Sunda |
| 09.00–10.30 | Pengenalan tradisi Sunda | Kampung Budaya Sindang Barang | Kesenian, tradisi, dan pelestarian budaya |
| 10.30–11.30 | Perjalanan menuju Ciampea | Tamansari–Ciampea | Observasi lingkungan pedesaan |
| 11.30–12.30 | Makan siang | Sekitar Ciampea | Istirahat |
| 12.30–14.30 | Kegiatan desa wisata | Kampoeng Wisata Cinangneng | Budaya Sunda, pertanian, dan kehidupan masyarakat desa |
| 14.30–15.00 | Refleksi dan persiapan pulang | Kampoeng Wisata Cinangneng | Merangkum pembelajaran |
| 15.00–selesai | Perjalanan pulang melalui Tol Jagorawi | Ciampea–kota asal | Istirahat di rest area sesuai kebutuhan |
Catatan: Kampoeng Wisata Cinangneng berada di kawasan Ciampea. Akses menuju lokasi melewati jalan pedesaan yang relatif sempit, sehingga minibus lebih fleksibel dibandingkan bus besar untuk menjangkau area tersebut. Meski demikian, panitia tetap perlu mengonfirmasi akses dan titik parkir kepada pengelola.
Tujuan Belajar di Setiap Destinasi
Selain melakukan penyusunan itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam, panitia juga perlu menjabarkan tujuan belajar pada setiap wisata edukasi Bogor.
Kegiatan dapat dikaitkan dengan IPA/Biologi, Sejarah, Seni Budaya atau muatan lokal Sunda, serta Geografi dan Ekonomi.
Rangkaian tugas ini juga dapat menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran lintas mata pelajaran dan integrasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
| Destinasi | Mapel terkait | Aktivitas siswa |
Output/tugas |
| Kebun Raya Bogor | IPA/Biologi, Geografi | Mengamati jenis tumbuhan, habitat, dan upaya konservasi | Lembar kerja identifikasi tumbuhan |
| Museum Zoologi Bogor | IPA/Biologi | Mengamati koleksi fauna dan mencatat karakteristiknya | Laporan pengamatan dan klasifikasi fauna |
| Istana Bogor/Balai Kirti | Sejarah | Mengidentifikasi nilai sejarah bangunan dan koleksi kepresidenan | Ringkasan sejarah atau linimasa |
| Museum PETA sebagai alternatif | Sejarah | Mengamati dokumentasi perjuangan dan perkembangan militer Indonesia | Laporan kunjungan dan refleksi sejarah |
| Taman Safari Indonesia Bogor | IPA/Biologi | Mengamati perilaku satwa dan mempelajari konservasi bersama edukator | Lembar observasi satwa dan hasil wawancara |
| Agrowisata Gunung Mas | IPA/Biologi, Geografi, Ekonomi | Mempelajari budidaya teh, kondisi lingkungan, dan proses pengolahan | Diagram proses produksi teh |
| Kampung Budaya Sindang Barang | Seni Budaya, muatan lokal Sunda | Mengenali tradisi, kesenian, dan nilai budaya Sunda | Catatan wawancara atau dokumentasi budaya |
| Kampoeng Wisata Cinangneng | Seni Budaya, Geografi, Ekonomi | Mengikuti aktivitas desa wisata dan mengenal kehidupan masyarakat setempat | Laporan observasi dan potensi ekonomi lokal |
Mengintegrasikan kegiatan dengan kokurikuler

Supaya hasil study tour tidak berhenti sebagai dokumentasi perjalanan, guru dapat menggabungkan tugas dari beberapa mata pelajaran dalam satu proyek kelompok.
- IPA dan Geografi: membuat poster keanekaragaman hayati serta hubungan lingkungan dengan kehidupan masyarakat.
- Sejarah dan Seni Budaya: menyusun presentasi tentang sejarah Bogor dan pelestarian budaya Sunda.
- Ekonomi: membuat diagram sederhana rantai produksi teh atau menganalisis potensi ekonomi desa wisata.
- Pembiasaan karakter: mengintegrasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui pembiasaan bangun pagi, beribadah sesuai agama masing-masing, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Sebagai evaluasi akhir, setiap kelompok dapat mengumpulkan lembar kerja, hasil wawancara edukator, dan jurnal refleksi. Guru kemudian menilai pemahaman materi, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan dan budaya lokal.
Variasi Itinerary untuk SD, SMP, dan SMA
Itinerary atau rundown study tour Bogo bisa disesuaikan dengan level sekolah. Mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Penyesuaian tersebut berkaitan dengan usia, kebutuhan belajar, dan daya tahan peserta. Siswa SD lebih cocok mengikuti kegiatan praktik langsung, SMP dapat memperdalam pembelajaran sejarah, sedangkan SMA bisa mendapatkan pengalaman pengenalan pendidikan tinggi melalui kunjungan kampus.
| Jenjang | Destinasi yang diganti/ditambah | Durasi per titik |
Catatan |
| SD | Ganti salah satu museum dengan Sentulfresh Education Farm | 2–3 jam | Siswa dapat belajar tentang peternakan sapi perah, perikanan, dan hewan ternak melalui praktik langsung. Cocok untuk pembelajaran IPA yang menyenangkan. |
| SD kelas 4 ke atas | Istana Bogor/Balai Kirti, jika izin kunjungan tersedia | Sesuai jadwal pengelola | Protap lama menyebut batas minimum usia 10 tahun atau kelas 4 SD. Ketentuan ini wajib dikonfirmasi ulang kepada pengelola sebelum itinerary ditetapkan. |
| SMP | Tambahkan Museum PETA | 1–2 jam | Siswa dapat mempelajari sejarah perjuangan dan menghubungkannya dengan materi sejarah nasional. Konfirmasikan jam buka serta penerimaan rombongan. |
| SMA | Tambahkan kunjungan kampus IPB University | 2–3 jam | Cocok untuk mengenalkan lingkungan perguruan tinggi, bidang studi, dan pilihan karier. Program IPB Campus Visit menerima siswa SMA/sederajat pada hari Selasa–Kamis, dengan reservasi sekolah terlebih dahulu. |
Opsi tanpa menginap: Untuk sekolah Jabodetabek, study tour dapat diringkas menjadi satu hari atau diganti dengan wisata edukasi di Depok, misalnya Godongijo Ecotainment yang menyediakan program untuk jenjang TK hingga SMA.
Estimasi Biaya Study Tour Bogor per Siswa
Biaya study tour Bogor per siswa bergantung dari jumlah peserta yang ikut, pilihan destinasi, tipe penginapan, dan kendaraan yang digunakan.
Untuk menyusun anggaran, panitia perlu menghitung tiket masuk, makan, transportasi, tol, parkir, kebutuhan pengemudi, asuransi, dan dokumentasi secara terpisah.
Untuk rombongan 30 siswa, sewa Hiace dapat membantu menyederhanakan koordinasi perjalanan.
Namun, karena kapasitas Hiace Commuter Skycity Trans sekitar 12–15 orang, panitia perlu mempertimbangkan dua unit Hiace jika seluruh siswa dan pendamping harus diangkut bersama dalam kendaraan sejenis.
Rincian Komponen Biaya
| Komponen | Cara hitung |
Contoh estimasi mulai dari per siswa |
| Tiket wisata | Total tiket seluruh destinasi ÷ jumlah peserta | Rp250.000 |
| Penginapan | Tarif kamar × 2 malam ÷ jumlah siswa per kamar | Rp200.000 |
| Makan dan minum | Anggaran konsumsi selama 3 hari | Rp150.000 |
| Sewa transportasi | Total sewa kendaraan ÷ 30 siswa. Untuk sewa Hiace di Skycity Trans mulai dari Rp1.750.000 include sewa, bensin, dan supir. | Rp350.000 |
| Tol | Tarif sesuai gerbang dan golongan kendaraan, pulang-pergi | Rp25.000 |
| Parkir | Estimasi parkir seluruh destinasi ÷ jumlah peserta | Rp20.000 |
| Makan dan penginapan driver | Biaya aktual pengemudi selama perjalanan | Rp30.000 |
| Asuransi perjalanan | Premi sesuai penyedia dan cakupan | Rp10.000 |
| Dokumentasi dan perlengkapan | Biaya dokumentasi, cetak tugas, serta kebutuhan kelompok | Rp15.000 |
| Total ilustrasi | Jumlah seluruh komponen | Rp1.050.000 |
Simulasi Anggaran Rombongan 30 Orang
Dengan ilustrasi anggaran Rp1.050.000 per siswa, maka total kebutuhan untuk 30 siswa adalah sekitar Rp31.500.000. Nilai ini belum memasukkan dana cadangan untuk perubahan harga tiket, kebutuhan pendamping tambahan, atau biaya tak terduga.
Perbandingan Split Bill” Hiace vs. Mobil Pribadi
| Aspek | Sewa Hiace |
Mobil pribadi orang tua/guru |
| Pembagian biaya | Biaya kendaraan dibagi bersama seluruh peserta | Biaya BBM, tol, dan parkir dihitung per mobil |
| Koordinasi | Lebih mudah karena rombongan terbagi dalam sedikit kendaraan | Perlu koordinasi pengemudi, titik temu, dan waktu keberangkatan |
| Kapasitas | Commuter sekitar 12–15 orang per unit | Bergantung kapasitas mobil dan jumlah pendamping |
| Biaya tambahan | Tol, parkir, makan driver, penginapan driver, dan tiket wisata dibayar terpisah | BBM, tol, parkir, serta biaya perjalanan masing-masing mobil |
| Kesesuaian | Cocok untuk rombongan yang ingin berangkat bersama | Bisa dipertimbangkan jika jumlah peserta lebih sedikit atau mobil tersedia secara sukarela |
Catatan: Untuk 30 siswa beserta guru pendamping, tiga sampai empat mobil pribadi belum tentu cukup.
Panitia harus menghitung seluruh penumpang, kapasitas tempat duduk, serta ruang bagasi sebelum membandingkan total biaya. Jangan hanya membandingkan tarif sewa HIACE dengan biaya BBM mobil pribadi.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan anggaran
- Ketentuan sewa Skycity Trans: harga sewa sudah termasuk BBM dan driver, tetapi tidak termasuk tol, parkir, makan driver, penginapan driver jika menginap, dan tiket wisata.
- Jika durasi sewa terlewati atau penggunaan melewati pukul 22.00, terdapat biaya tambahan Rp150.000 per jam. Karena itu, jadwal malam perlu dibuat realistis agar rombongan tidak terkena biaya tambahan.
- Tarif rute Jakarta-Bogor via Tol Jagorawi: Google Maps memberikan informasi bahwa kamu membutuhkan Rp34.500 untuk membayar tol
- Siapkan dana cadangan: sisihkan anggaran untuk kebutuhan medis ringan, perubahan jadwal, tambahan parkir, atau biaya lain yang belum teridentifikasi.
Transportasi Rombongan: Pilihan Armada, Akses Jalan, dan Rest Area
Transportasi untuk itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam perlu dipilih berdasarkan jumlah peserta, barang bawaan, dan kondisi akses destinasi.
Untuk rombongan kecil, HIACE Commuter atau Premio bisa menjadi pilihan, sedangkan Innova cocok untuk kelompok kecil atau kendaraan pendamping guru dan panitia.
Perbandingan armada untuk study tour
| Armada | Kapasitas | Cocok untuk |
Catatan bagasi 3H2M |
| Toyota Hiace Commuter | 12–15 orang | Rombongan kecil, satu kelas dalam beberapa unit, atau konvoi 2–4 unit | Memiliki ruang bagasi, tetapi koper perlu diperhitungkan berdasarkan jumlah penumpang dan konfigurasi kursi |
| Toyota Hiace Premio | 10–12 orang | Rombongan yang mengutamakan kenyamanan perjalanan | Sediakan ruang untuk koper dan tas; kapasitas bagasi bergantung pada konfigurasi kabin |
| Toyota Innova Reborn | Sesuai konfigurasi unit; umumnya hingga 7 penumpang termasuk pengemudi | Kendaraan pendamping guru, panitia, tim medis, atau kelompok kecil | Ruang bagasi terbatas jika semua kursi digunakan dan penumpang membawa koper |
Catatan: Untuk perjalanan 3 hari 2 malam, siswa kemungkinan membawa koper atau tas berukuran besar. Karena itu, jangan mengisi seluruh kursi tanpa menghitung ruang bagasi terlebih dahulu.
Rest area Tol Jagorawi untuk rombongan
Pilihan tempat istirahat perlu disesuaikan dengan arah perjalanan. Berikut titik yang dapat dipertimbangkan untuk istirahat, makan, ke toilet, atau mengecek kondisi peserta. Lokasi dan fasilitas mengacu pada informasi rest area yang tersedia; kondisi operasional dapat berubah.
Arah Bogor/Ciawi
- KM 10A – Cibubur Square: pilihan untuk istirahat awal setelah berangkat dari Jakarta.
- KM 35A – Sentul: alternatif untuk berhenti sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.
- KM 45A – Ciawi: cocok sebagai titik istirahat menjelang kawasan Ciawi dan Puncak. Informasi mengenai Pusat Informasi Pariwisata perlu dikonfirmasi kembali sebelum dicantumkan sebagai fasilitas yang tersedia.
Arah Jakarta
- KM 38B – Bogor: dapat dipertimbangkan untuk istirahat dalam perjalanan pulang. Sumber informasi rest area menyebut area parkir luas dan masjid besar.
- KM 21B – Gunung Putri: alternatif pemberhentian berikutnya menuju Jakarta.
Untuk perjalanan bersama siswa, tentukan titik istirahat sejak awal dan sampaikan kepada pengemudi. Hindari berhenti di bahu jalan tol; gunakan rest area resmi dan pastikan seluruh peserta kembali ke kendaraan setelah waktu istirahat selesai.
Akses jalan menuju destinasi Bogor
Kawasan Kota Bogor relatif praktis dijelajahi dalam satu klaster, sedangkan perjalanan ke Puncak memerlukan perhatian lebih terhadap kepadatan lalu lintas dan rekayasa satu arah.
Untuk destinasi budaya dan desa wisata di Tamansari atau Ciampea, panitia sebaiknya mengonfirmasi kondisi jalan, titik parkir, serta akses kendaraan langsung kepada pengelola.
Hiace Skycity Trans dapat dipertimbangkan untuk rombongan kecil, konvoi beberapa unit, atau kendaraan pendamping saat rombongan utama menggunakan bus dari penyedia lain.
Pemilihan armada tetap harus mempertimbangkan kapasitas penumpang, koper, dan akses menuju setiap lokasi.
Checklist Izin, Keselamatan, dan Persiapan Sebelum Berangkat
Sebelum melaksanakan study tour Bogor 3 hari 2 malam, panitia perlu memastikan dokumen administrasi, kesiapan peserta, dan kelayakan transportasi sudah diperiksa. Berikut checklist yang bisa digunakan:
- Urus izin sekolah dan persetujuan orang tua
- Ajukan surat permohonan kunjungan Istana atau Balai Kirti
- Siapkan datar peserta versi cetak dan digital
- Tentukan guru pendamping dan penanggung jawab kelompok
- Siapkan obat-obatan dan perlengkapan pribadi
- Periksa legalitas dan kelayakan kendaraan
- Atur izin dokumentasi foto dan video siswa
- Konfirmasi ulang destinasi dan transportasi
- Bagikan rundown dan kontak darurat
- Siapkan rencana cadangan
Itinerary study tour Bogor 3 hari 2 malam akan lebih efektif jika satu klaster dikunjungi setiap hari, setiap destinasi memiliki tujuan belajar, dan anggaran disusun secara transparan.
Khusus perjalanan ke Puncak, sesuaikan jadwal dengan rekayasa lalu lintas one way. Perjalanan rombongan yang terencana turut menentukan kenyamanan dan hasil belajar siswa.
Rencanakan Study Tour Bogor Bersama Sky City Trans

Sudah punya gambaran rundown study tour Bogor? Segera sewa Hiace study tour di Skycity Trans. Konsultasikan jumlah peserta, titik jemput, dan jadwal perjalanan dengan tim Skycity Trans malalui Whatsapp.
Tim akan membantu menghitung kebutuhan unit Hiace serta menyiapkan konfirmasi sewa dan invoice DP sebagai dokumen pengajuan ke sekolah.