Bingung ingin mengajak siswa study tour ke mana? Beberapa museum Jakarta bisa menjadi pilihan Anda. Dengan mengunjungi museum, pengetahuan siswa akan bertambah, mengenal benda bersejarah yang nantinya akan meningkatkan rasa nasionalisme, melatih interaksi.
Kemudian mendapatkan gambaran visual terkait peristiwa yang terjadi di masa lalu hingga membantu mereka menemukan minat dan bakatnya.
Semua manfaat tersebut didapatkan oleh siswa dengan cara yang menyenangkan. Lalu museum Jakarta apa saja yang bisa dikunjungi oleh siswa? Berikut kami berikan rekomendasinya.
Table of Contents
ToggleRekomendasi Museum Jakarta Kota

Museum Jakarta yang kami berikan sebagai rekomendasi berikut memiliki berbagai macam topik pembelajaran. Mulai dari pembelajaran sejarah hingga seni.
1. Museum Sejarah Jakarta
Rekomendasi museum Jakarta yang pertama ada Museum Sejarah Jakarta. Museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat dan dulunya merupakan Balai Kota Batavia.
Bangunannya sendiri mirip dengan Istana Dam yang berada di Amsterdam. Pembangunannya sendiri dimulai pada 1620 oleh Jan Pieterszoon Coen. Kemudian museum ini mengalami beberapa pembangunan hingga diresmikan pada 30 Maret 1974 sebagai museum oleh Gubernur DKI Ali Sadikin.
Di dalam Museum Sejarah Jakarta terdapat 486 koleksi yang terdiri dari berbagai batu asahan, pembatas ruang, patung singa, Pedang Keadilan, cadar pengantin perempuan, Meriam Sijagur, lukisan tiga Keputusan Pengadilan, Lukisan Mural Harijadi, dan masih banyak lagi.
2. Museum Nasional
Setelah dari Jakarta Barat, mari bergeser ke Jakarta Pusat. Tepatnya Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 12. Di sana Anda akan menemui Museum Nasional atau dikenal juga sebagai Museum Gajah.
Mengapa disebut juga Museum Gajah? Karena terdapat patung gajah dari perunggu yang terletak di halamannya.
Museum Jakarta ini menjadi salah satu museum tertua dan memiliki ukuran terbesar di Asia Tenggara. Terdapat sekitar 140.000 koleksi yang bisa Anda pelajari bersama siswa. Koleksi tersebut terdiri dari arkeologi, sejarah, geografi Indonesia, dan etnografi.
Selain memamerkan ratusan ribu koleksinya, Museum Nasional juga memiliki berbagai aktivitas seperti pameran khusus yang dilakukan secara berkala, Jelajah Malam Museum Nasional, acara diskusi, kompetisi, hingga pagelaran wayang kulit.
3. Museum Tekstil
Kembali ke Jakarta Barat, Anda bisa mengajak siswa untuk study tour ke museum khusus yang berfokus pada satu bidang tertentu yakni seni tekstil dan wastra.
Museum tersebut bernama Museum Tekstil yang berada di Jalan K.S. Tubun Nomor 2-4, Palmerah.
Berdirinya Museum Tekstil bermula dari rasa prihatin karena menurunnya penggunaan kain tradisional khas Indonesia pada pertengahan 1970-an.
Penggunaan kain tersebut tergeser oleh kehadiran busana modern sehingga nilai dan fungsi kain tradisional pun kurang dipahami oleh masyarakat.
Kondisi tersebut kemudian mendorong sekelompok pencinta kain tradisional membentuk organisasi Himpunan Wastraprema. Mereka kemudian menyumbangkan sekitar 500 lembar wastra dengan kualitas tinggi pada Pemerintah DKI Jakarta.
Peresmian Museum Tekstil sendiri dilakukan pada 28 Juni 1976. Sejak saat itu, koleksinya terus bertambah hingga harus membangun 2 gedung tambahan.
Koleksi Museum Tekstil sendiri terdiri dari ikat kepala, kain sarung, selendang, kain gendongan, kain langka seperti Ulos Ragi Hotang, Geringsing, dan Hingi Kombu.
4. Museum Bank Indonesia
Museum Jakarta untuk study tour selanjutnya ada Museum Bank Indonesia atau Museum BI. Di sana menawarkan berbagai program utama yang sangat bermanfaat seperti:
- Jelajah Museum untuk memahami fungsi, peran, kebijakan Bank Indonesia, hingga koleksi numismatik dan arsitektur gedung.
- Seminar untuk mendiskusikan berbagai topik dalam isu sejarah, ekonomi, seni, budaya, dan heritage.
- Pameran Temporer yang mengusung berbagai tema seperti seni, numismatik, industri kreatif, dan budaya.
- Kegiatan Interaktif dan Edukasi Tematik yang diadakan secara rutin untuk memperingati hari-hari besar seperti Hari Pahlawan, HUT RI, dan Hari Ibu. Biasanya program ini diisi dengan aktivitas workshop, seminar, pertunjukan, kuis, hingga perlombaan.
Museum BI sendiri berada di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Anda bisa mengunjunginya pada pukul 08.00-15.30.
5. Museum Kebangkitan Nasional
Berdiri di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat, Museum Kebangkitan Nasional menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia. Dulu museum ini merupakan sekolah kedokteran pertama yang berdiri di Indonesia.
Pada tahun 1908, Museum Kebangkitan Nasional menjadi saksi kelahiran Boedi Oetomo, organisasi modern pertama Indonesia.
Di sana siswa bisa melihat berbagai koleksi tetap dan tematik yang merepresentasikan perjalanan kebangkitan nasional.
Beberapa area yang bisa dikunjungi antara lain Asrama STOVIA, ruang kelas, diorama tokoh-tokoh pergerakan nasional, koleksi buku pelajaran dan alat medis, koleksi foto, surat, arsip tokoh, hingga ruang pergerakan perempuan.
6. Museum di Tengah Kebun
Bangunan salah satu museum Jakarta ini merupakan milik pengusaha Syahrijal Djalil. Anda bisa mengajak siswa merasakan suasana di tengah kebun. Di sana terdapat berbagai pohon besar yang rindang sehingga suasananya sejuk dan rileks.
Selain suasananya yang menenangkan, Anda bersama siswa juga bisa mempelajari berbagai koleksi barang antik. Menariknya, bangunan Museum di Tengah Kebun mempunyai 65.000 batu bata yang asalnya dari puing Pasar Ikan dan bangunan VOC.
Kemudian ada juga 15.000 bata lainnya yang berasal dari gedung meteorologi berusia 128 tahun. Pintunya menggunakan 100 engsel dari bangunan penjara wanita yang terletak di Bukit Duri.
Selain diisi pohon, bagian kebun juga dilengkapi fosil. Misalnya ada 51 fosil pohon dari Zaman Triassic yang memiliki usia 248 juta tahun.
Kemudian ada berbagai ruangan yang bisa Anda kunjungi bersama siswa seperti Ruang Loro Blonyo, Ruang Buddha Myanmar, Ruang Dewi Sri, Kolam Nandiswara, Ruang Prasejarah.
Lalu Ruang Singagaruda, Kamar Gudang Myanmar, Ruang Dinasi Tang, Ruang Dinasti Ming, Ruang Majapahit, Ruang Dinasti Qing, Ruang Kaisar Wilhelm II, Ruang Cirebon, dan Kebun Ganesha.
7. Museum Taman Prasasti
Rekomendasi terakhir dari museum Jakarta berada di Jalan Tanah Abang 1, Jakarta Pusat.
Museum Taman Prasasti ini diresmikan pada 1977 dan dulunya merupakan kompleks pemakaman untuk orang asing di Batavia. Kompleks pemakaman tersebut dibangun pada 1795 dan bertahan hingga 1975.
Berbagai koleksi yang ada di Museum Taman Prasasti antara lain nisan tokoh zaman Hindia Belanda, nisan pemuka agama Katolik di Batavia, kereta pengantar jenazah, peti zaman dahulu, peti yang digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden Pertama Indonesia, yakni Soekarno dan Moh. Hatta.
Walaupun terlihat menyeramkan, perlu diingat bahwa tidak ada lagi jenazah yang bersemayam di Museum Taman Prasasti. Semua jenazah sudah diangkat dan dipindahkan ke beberapa lokasi.
Berkunjung ke Beberapa Museum Jakarta dengan Hiace Skycity Trans
Mengunjungi berbagai museum Jakarta di atas seolah menjalani perjalanan waktu karena bisa melihat berbagai gambaran peristiwa masa lalu. Selain itu museum tidak hanya memberikan siswa edukasi selama study tour, tetapi juga menjadi kesempatan refleksi diri.
Agar kunjungan ke beberapa museum Jakarta lebih praktis, rombongan siswa bisa menggunakan armada Hiace dari Skycity Trans.
Kapasitasnya yang mencapai 14 orang cocok untuk membawa rombongan siswa dan guru dalam satu perjalanan. Sehingga tidak perlu menggunakan banyak kendaraan.
Dengan demikian, perjalanan antar museum menjadi lebih nyaman, terkoordinasi, memudahkan guru memastikan seluruh peserta tetap bersama rombongan, hingga memudahkan siswa untuk bertukar cerita dengan temannya setelah berkunjung ke museum.
Kunjung kami di Pilihan Mobil untuk mendapatkan informasi keseluruhan armada Skycity Trans. Anda juga bisa menghubungi kami via Whatsapp untuk melakukan konsultasi dan reservasi.



