Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, kini Candi Borobudur tidak hanya berperan sebagai salah satu destinasi dan budaya, melainkan juga tempat beribadah para pemeluk agama Buddha di Indonesia bahkan dunia.
Penetapan tersebut berlangsung pada 11 Februari 2022 lalu lewat nota kesepahaman antara Kementerian Agama, tokoh Agama Buddha, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai warisan budaya dan tempat beribadah, Candi Borobudur sebagai destinasi wisata religi mempunyai berbagai fakta menarik yang mungkin masih banyak belum diketahui oleh masyarakat Indonesia. Apa saja? Silakan simak artikel ini.
Table of Contents
ToggleSejarah Candi Borobudur: Didirikan Pada Masa Dinasti Syailendra
Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 sampai abad ke-9 tepatnya masa Dinasti Syailendra. Dinasti tersebut dikenal sebagai penguasa Buddhis di daerah Jawa. Uniknya pembangunan tidak menggunakan semen.
Semua batu-batu andesit yang berada di Candi Borobudur disusun menggunakan sistem kunci yang diterapkan secara presisi. Bangunan tersebut terbukti bertahan hingga lebih dari seribu tahun.
Setelah masa kejayaan, Candi Borobudur sempat ditinggalkan, alasannya diduga karena pusat kekuasaan saat itu sedang berpindah ke Jawa Timur dan karena adanya letusan gunung.
Selama berabad-abad lamanya, Candi Borobudur tertutup oleh abu vulkanik. Kemudian pada 1814, Candi Borobudur kembali ditemukan oleh tim Thomas Stamford Raffles ketika masa kolonial Inggris di daerah Jawa.
Pemugaran dan pembersihan pun dilakukan secara bertahap dengan restorasi besar-besaran dilakukan pada 1970 hingga 1980-an. Restorasi tersebut didukung oleh UNESCO dengan tujuan memperkuat struktur dan menjaga keaslian candi.
Fakta Candi Borobudur dalam Wisata Budaya dan Tempat Ibadah

Di balik kemegahannya, Candi Borobudur menyimpan berbagai fakta menarik. Salah satunya berkaitan dengan struktur bangunannya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Memiliki Ukuran Tapak Candi yang Sangat Luas
Warisan budaya berupa candi ini mempunyai ukuran tapak candi sangat luas. Ukurannya mencapai 123 x 123 meter persegi.
Sedangkan tingginya sendiri mencapai 35,40 meter. Secara rinci, Candi Borobudur memiliki 504 patung Buddha, 1 stupa induk, dan 72 Stupa Terawang.
2. Mempunyai Ansambel Relief Paling Lengkap di Dunia
Candi Borobudur memiliki 2.672 panel di dalamnya. Ansambel reliefnya paling lengkap di seluruh dunia. Membuatnya tidak tertandingi dalam nilai seni karena setiap adegan merupakan mahakarya yang utuh.
Namun, panelnya sendiri belum lengkap karena ada 160 yang ditimbun karena dianggap vulgar.
3. Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
UNSECO menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia pada 1991. Alasan penetapan tersebut karena bangunannya yang unik dan arsitektur luar biasa.
Selain itu setiap bangunan candi mempunyai karakteristik dan maknanya. Alasan lainnya karena Candi Borobudur adalah monumen Buddha paling besar di dunia.
Makna Spiritual Arsitektur Candi Borobudur
Pembangunan Candi Borobudur dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai makna. Di dalamnya merupakan representasi dari ajaran Buddha. Apa saja makna spiritual dalam arsitektur Candi Borobudur?
1. Struktur Berbentuk Mandala
Apabila Anda melihat Candi Borobudur dari atas atau udara, maka Anda akan melihat bentuknya yakni mandala. Bentuk tersebut sebagai lambang alam semesta dan sebagai cerminan kosmologi ajaran Buddha Mahayana.
Mandala merupakan suatu gambaran perjalanan spiritual dari dunia luar menuju ke inti kesadaran. Pola mandala sendiri dapat membantu Anda sebagai pengunjung untuk lebih memahami bahwa pencerahan merupakan proses yang berjalan secara bertahap.
2. Terdapat 72 Stupa yang Berlubang
Pada bagian atas Candi Borobudur ada 72 stupa yang berlubang. Di dalam stupa tersebut terdapat arca Buddha. Susunan ini menjadi simbol dari tahap akhir perjalanan spiritual seorang manusia.
Bentuk stupa termasuk sederhana memiliki makna yang menunjukkan seseorang yang mulai mampu melepaskan diri dari keinginan duniawi. Semakin tinggi letaknya, semakin dekat dengan pencapaian tingkat kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
3. Memiliki 2.672 Panel Relief
Jika Anda memperhatikan bagian dinding candi, terdapat panel-panel yang tersusun secara sistematis. Secara keseluruhan jumlah panel tersebut mencapai 2.672 panel relief.
Panel-panel tersebut menceritakan kehidupan Buddha dan ajaran moralnya. Anda bisa membaca panel tersebut dengan berjalan searah jarum jam.
Alur tersebut sudah ditentukan. Setiap panel dapat menjadi panduan visual untuk Anda lebih memahami nilai dalam kebijaksanaan.
4. Makna Tingkatan Alam
Ada tiga tingkatan alam di Candi Borobudur yakni Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Untuk Kamadhatu menjadi simbol keinginan manusia dan dunia nafsu.
Rupadhatu sebagai simbol dunia bentuk yang lebih sadar dan teratur. Sementara Arupadhatu adalah tahap tanpa bentuk, yakni kondisi pencerahan paling tinggi.
5. Sirkulasi Pradaksina
Jalur melingkar searah jarum jam ini dinamakan pradaksina. Pola ini bukan sembarangan melainkan memiliki makna yakni tradisi praktik spiritual Buddha.
Tiap putaran merupakan lambang proses pemahaman dan pelepasan diri dari keterikatan.
Dengan mengikuti jalur ini, pengalaman Anda dalam berkunjung ke Candi Borobudur menjadi lebih terarah dan reflektif.
Mitos Candi Borobudur
Candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini tidak lepas dari berbagai mitos. Semua mitos tersebut beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Apa saja mitos yang dimaksud?
1. Dibangun Makhluk Halus
Mitos satu ini banyak beredar karena gaya bangunannya yang begitu megah dan seperti sudah dibangun menggunakan teknologi canggih padahal dibangun pada abad ke-8.
Mitos tersebut tentu tidak pernah terbukti karena para arkeolog menemukan bahwa pembangunan dilakukan oleh manusia.
2. Arca Mampu Mengabulkan Doa
Mitos lainnya adalah Arca yang mampu mengabulkan doa. Dulu tidak sedikit wisatawan yang memasukkan tangan mereka ke salah satu candi yang berisi arca.
Dengan harapan doa mereka dikabulkan. Untuk saat ini tindakan tersebut sudah dilarang agar kondisi candi tetap baik.
3. Pernah Disembunyikan Makhluk Halus
Banyak mitos yang menceritakan bahwa Candi Borobudur pernah hilang. Peristiwa tersebut dikatakan karena candi disembunyikan oleh makhluk halus.
Namun tentunya cerita itu tidak benar karena Candi Borobudur terhalangi abu akibat meletusnya Gunung Merapi.
4. Sebuah Jam Berukuran Raksasa
Munculnya mitos candi sebagai jam raksasa karena adanya 72 stupa yang bentuknya mirip dengan lonceng terbaik.
Saat matahari sedang bersinar, bayangan dari stupa katanya menunjukkan waktu berdasarkan sudut datang dari sinar matahari. Namun mitos ini memang belum dibuktikan secara ilmiah.
5. Danau Air Asin Mengelilingi Candi
Terdapat mitos bahwa Candi Borobudur dulu dikelilingi oleh danau dengan air asin. Karena ada danau tersebut, Candi Borobudur dibangun mirip seperti bunga teratai. Namun hingga saat ini keberadaan danau tersebut belum bisa dibuktikan.
Wisata Religi dan Budaya ke Candi Borobudur Bersama Skycity Trans
Anda berencana untuk melakukan perjalanan wisata religi dan budaya ke Candi Borobudur? Percayakan perjalanan Anda dengan sewa Hiace di Skycity Trans. Kami memiliki tiga jenis armada Hiace yakni Hiace Commuter, Hiace Premio, dan Hiace Premio Luxury.
Kendaraan tersebut cocok digunakan untuk perjalanan rombongan bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan lainnya. Setiap armada memiliki kelebihannya masing-masing. Jika Anda mencari kendaraan yang fungsional dan ekonomis maka kami menyarankan sewa Hiace Commuter.
Sementara itu jika mengajak perjalanan jauh dengan lansia dan anak-anak bisa memilih antara Hiace Premio atau Hiace Premio Luxury.
Keduanya memberikan kenyamanan lebih untuk lansia yang mudah pegal dan anak-anak yang mudah bosan.
Kunjungi Pilihan Mobil untuk mendapatkan informasi spesifikasi dan fasilitas setiap Hiace. Anda juga bisa melakukan konsultasi gratis dengan menghubungi kami melalui Whatsapp.



